Sorot Indonesia – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan selama libur sekolah, BGN: Kami akan audit semua dapur | Kompas Malam [titlebase]. Keputusan ini mengundang beragam reaksi dari orangtua siswa di Surabaya. Di satu sisi, banyak yang memahami alasan pemerintah, sementara di sisi lain, kekhawatiran muncul mengenai pemenuhan gizi anak-anak selama liburan.

Sejumlah orangtua di Surabaya mengungkapkan bahwa mereka mendukung keputusan penghentian sementara MBG. Mereka berpendapat bahwa selama liburan, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan kebutuhan makan dapat dipenuhi oleh keluarga. Namun, tidak sedikit dari mereka yang merasa khawatir karena tidak semua keluarga mampu menyediakan makanan bergizi setiap hari.

Baca juga:

Lestari, seorang wali murid, menjelaskan bahwa keluarganya tidak lagi menerima MBG selama masa libur sekolah. Dia merasa keputusan penghentian ini masih dapat dipahami mengingat anak-anak tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun, Lestari juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi keluarga yang mungkin tidak mampu menyediakan makanan bergizi.

Di sisi lain, penghentian MBG juga berdampak pada ribuan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dirumahkan akibat kebijakan ini. Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggalek, Neo Ordikla, menyampaikan bahwa sesuai dengan Surat Edaran BGN Nomor 12, seluruh SPPG tidak beroperasi mulai tanggal 22 Juni hingga 13 Juli. Selama periode ini, ribuan relawan tidak mendapatkan upah, kecuali untuk pengawasan dan biaya operasional dasar lainnya.

Neo menambahkan bahwa saat ini terdapat 73 SPPG di Trenggalek yang tersebar di 14 kecamatan, namun beberapa di antaranya sempat terkena suspensi karena tidak memenuhi standar. BGN berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari masing-masing dapur agar program MBG dapat kembali beroperasi dengan baik setelah liburan.

Menanggapi berita yang beredar di media sosial tentang MBG yang tetap beroperasi selama libur, pihak BGN menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Hal ini menunjukkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama mengenai program yang berdampak langsung pada kesehatan anak-anak.

Secara keseluruhan, penghentian MBG selama libur sekolah menimbulkan berbagai pendapat di kalangan orangtua dan relawan. Beberapa berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan skema penyaluran MBG yang lebih fleksibel demi memastikan tujuan utama program ini dalam meningkatkan kualitas gizi anak tetap terjaga. Dengan adanya audit yang direncanakan oleh BGN, diharapkan akan ada perbaikan yang signifikan dalam pelaksanaan program MBG ke depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.