Sorot IndonesiaDinas Pendidikan Kota Semarang telah mengungkapkan bahwa terdapat 1.646 kursi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD negeri yang masih kosong. Hal ini menciptakan perhatian dan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait penyebab di balik fenomena ini. Jumlah kursi kosong tersebut tersebar di 163 sekolah di seluruh kota, dengan mayoritas kekurangan pendaftar terjadi di kawasan tengah kota.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, menjelaskan bahwa awalnya ada total 2.095 kursi yang belum terisi. Namun, setelah dibuka gelombang lanjutan SPMB, hanya 449 calon murid yang mendaftar. Ini menunjukkan bahwa masih ada banyak kursi yang tidak terisi meskipun pendaftaran telah dilakukan.

Baca juga:

Aji juga menambahkan bahwa faktor utama penyebab kekosongan ini adalah perubahan persebaran penduduk usia sekolah dan preferensi orang tua terhadap sekolah swasta. Banyak calon murid yang tidak mengambil kursi yang tersedia karena jarak sekolah yang dianggap terlalu jauh. “Sebagian calon murid sudah diterima di sekolah negeri, tetapi mereka tidak melanjutkan karena lokasi yang jauh,” ungkap Aji.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang, karena tidak terpenuhinya kuota siswa dapat berpengaruh terhadap bantuan operasional yang diterima oleh sekolah. Meskipun demikian, Aji berpendapat bahwa kekurangan kuota tidak berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang bersangkutan.

Fenomena minimnya pendaftar ini lebih banyak terjadi di pusat kota dibandingkan dengan wilayah pinggiran. Aji menyebutkan, hanya Kecamatan Genuk dan Pedurungan yang berhasil memenuhi kuota rombongan belajar jenjang SD, sementara kecamatan lainnya masih mengalami kekosongan.

Selain faktor jarak, Aji juga menyoroti adanya pergeseran minat orang tua yang lebih memilih sekolah swasta akibat stigma sekolah favorit yang masih ada di masyarakat. Hal ini berpotensi membuat Dinas Pendidikan berupaya menghapus stigma tersebut dengan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah negeri. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik kembali minat masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah negeri, khususnya di tengah kekosongan kursi yang ada.

Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Semarang akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam sistem penerimaan murid baru agar kuota SPMB dapat terpenuhi. Diharapkan, dengan upaya ini, anak-anak di Kota Semarang dapat mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, tanpa terhambat oleh stigma yang ada.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.