Sorot Indonesia – Di tengah malam yang tenang pada Senin (29/6/2026), sebuah konvoi pendekar silat di Boyolali, Jawa Tengah, berubah menjadi kengerian saat pelaku pembacokan pendekar di Boyolali bertopeng, kabur usai beraksi. Dalam dua insiden terpisah, empat anggota perguruan silat diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang mengenakan topeng, meninggalkan jejak kekerasan dan kepanikan di kalangan masyarakat.
Konvoi tersebut merupakan bagian dari acara pengesahan anggota baru di Dukuh Getahsari, Desa Gladaksari, pada malam sebelumnya. Setelah acara, rombongan yang terdiri dari sekitar 14 pendekar berangkat menuju lokasi lain. Namun, dalam perjalanan, mereka harus menghadapi teror yang tak terduga. Di Kecamatan Sambi, pelaku menghadang mereka dan melancarkan serangan menggunakan senjata tajam, mengakibatkan luka serius pada dua pendekar. Salah satu korban bahkan harus menerima 13 jahitan akibat luka bacok yang dideritanya.
Tak jauh dari situ, di Kecamatan Banyudono, serangan kedua terjadi. Dua pendekar yang berhenti untuk buang air kecil diserang oleh pelaku yang sama. Dalam kedua serangan ini, tidak hanya para pendekar yang terluka, tetapi dua sepeda motor milik korban juga dibakar sebelum para pelaku melarikan diri, menambah daftar kerusakan akibat aksi brutal tersebut.
Kepala Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki keterkaitan kedua insiden tersebut dan berusaha mengidentifikasi pelaku. “Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap terduga pelaku. Modus operandi serangan di kedua lokasi sangat mirip, sehingga kami menduga pelakunya adalah kelompok yang sama,” ungkap Winarsih.
Ketua cabang perguruan silat di Boyolali, Komarudin, mengungkapkan kesulitan dalam memastikan kelompok yang terlibat. Ia menyebutkan adanya dualisme kepemimpinan dalam organisasi mereka, yang membuat identifikasi pelaku menjadi lebih rumit. “Kami tidak mengetahui detail insiden karena fokus kami saat itu adalah mengamankan lokasi pengesahan,” tambahnya.
Akibat kericuhan ini, bengkel spesialis kaki-kaki mobil yang berada di kawasan Jalan Semarang-Solo juga menjadi sasaran pelemparan batu oleh sekelompok orang yang melintas bersama konvoi. Pemilik bengkel, Ardi (53), mengatakan bahwa situasi saat itu sangat mencekam dan para pekerja harus segera menyelamatkan diri saat batu-batu besar mulai menghantam bangunan.
Dengan kejadian ini, masyarakat Boyolali dihadapkan pada kekhawatiran akan keselamatan mereka, terutama di tengah maraknya aksi kekerasan yang melibatkan perguruan silat. Polisi diharapkan dapat segera menangkap pelaku dan mengembalikan rasa aman di lingkungan tersebut. Pelaku pembacokan pendekar di Boyolali bertopeng, kabur usai beraksi harus segera diusut agar tindakan serupa tidak terulang di masa mendatang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
