Sorot Indonesia – Kabar gembira datang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pati Dilirik Belasan Investor untuk Tanam Modal dalam sebuah forum bisnis yang akan digelar pada Senin, 28 September 2026. Forum bertajuk Pati Business Forum ini menjadi ajang bagi sejumlah perusahaan, termasuk investor asing, untuk menanamkan modal di Bumi Pesantenan. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan optimismenya bahwa perekonomian daerah akan bangkit secara makro.

Chandra mengakui bahwa sebelumnya ia sempat pesimistis. Kondisi Pati yang kerap viral di media sosial membuatnya khawatir para investor enggan datang. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah ia menerima laporan bahwa ada 12 perusahaan yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Pati. Nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp7,3 triliun. “Kami adakan Pati Bisnis Forum, acara ini ada perusahaan luar negeri. Ekspektasi kami karena dengan kondisi Pati yang selalu viral di mana-mana, saya pikir investor tidak mau datang, jadi saya sempat pesimis. Ternyata kemarin sudah kami rekap ada 12 perusahaan yang masuk ke Pati nilai investasi Rp7,3 triliun,” papar Chandra, Jumat, 25 September 2026.

Baca juga:

Pernyataan tersebut disampaikan Chandra saat memberikan sambutan dalam pengukuhan Forum Wartawan Pati (FWP) di Pendopo Kantor Bupati Pati. Ia menegaskan bahwa sinyal positif dari para investor ini membuktikan Kabupaten Pati berangsur kondusif. “Bukti bahwa Pati masih kondusif dan aman,” tegasnya. Hal ini sekaligus menjawab keraguan publik atas citra daerah yang sempat tercoreng akibat berbagai pemberitaan viral.

Pati Dilirik Belasan Investor untuk Tanam Modal bukan sekadar isu belaka. Forum yang akan digelar pekan depan itu dirancang untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan para pelaku usaha. Berbagai sektor potensial seperti infrastruktur, perdagangan, industri pengolahan, dan pariwisata akan ditawarkan. Kehadiran investor asing juga menjadi indikasi bahwa Pati memiliki daya tarik yang kompetitif di tingkat global.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati menyambut baik gelaran ini. Menurutnya, realisasi investasi sebesar Rp7,3 triliun akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), hingga multiplier effect bagi UMKM lokal. “Kami akan terus memfasilitasi proses perizinan agar investasi segera terealisasi,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Pemerintah Kabupaten Pati perlu memastikan iklim investasi yang stabil, kepastian hukum, serta infrastruktur pendukung yang memadai. Beberapa investor menyoroti pentingnya perbaikan jalan, pasokan listrik, dan konektivitas digital. Jika semua terpenuhi, bukan tidak mungkin Pati Dilirik Belasan Investor untuk Tanam Modal akan menjadi pintu masuk bagi gelombang investasi berikutnya.

Ekonom Universitas Muria Kudus, Dr. Ahmad Fauzi, menilai bahwa masuknya 12 perusahaan ke Pati merupakan sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Investor melihat potensi pertumbuhan ekonomi Pati yang masih terbuka lebar. Sektor manufaktur dan agribisnis menjadi primadona,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah harus mampu menjaga momentum ini dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Pati Dilirik Belasan Investor untuk Tanam Modal juga menjadi buah bibir di kalangan pelaku usaha lokal. Mereka berharap investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan pemodal besar, tetapi juga melibatkan pengusaha kecil dan menengah. Kemitraan antara investor dan UMKM perlu didorong melalui skema yang saling menguntungkan, misalnya penyediaan bahan baku atau rantai pasok.

Berikut daftar sektor yang paling diminati oleh para investor berdasarkan data sementara:

  • Industri pengolahan dan manufaktur
  • Infrastruktur dan properti
  • Perdagangan dan ritel
  • Pariwisata dan ekonomi kreatif
  • Agribisnis dan perkebunan

Dengan adanya forum ini, diharapkan komitmen para investor tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Pemerintah daerah akan melakukan pendampingan dan monitoring agar investasi benar-benar terealisasi. Targetnya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Pati.

Sebagai kesimpulan, gelaran Pati Business Forum 2026 menjadi tonggak penting bagi kebangkitan ekonomi Kabupaten Pati. Pati Dilirik Belasan Investor untuk Tanam Modal dengan nilai mencapai Rp7,3 triliun menunjukkan bahwa daerah ini memiliki magnet tersendiri. Jika dikelola dengan baik, investasi ini akan menjadi katalis pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bersinergi untuk mewujudkan Pati yang lebih maju dan sejahtera.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.