Sorot IndonesiaIsrael masih serang Lebanon meski AS-Iran resmi berdamai, rudal dan ledakan guncang Nabatieh. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa peluang perdamaian antara Teheran dan Washington bergantung pada langkah Israel menghentikan seluruh serangan militernya ke Lebanon.

Mojtaba menyatakan bahwa Iran telah menetapkan pelestarian integritas teritorial Lebanon, serta penghentian mutlak dan tanpa syarat agresi rezim Zionis sebagai syarat utama bagi setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat.

Baca juga:

Ia juga menyuarakan dukungan Iran kepada Hizbullah, mendiang pemimpinnya Hassan Nasrallah, serta masyarakat Lebanon selatan yang menjadi sasaran utama serangan Israel.

Menurut Al Jazeera, tuntutan penghentian serangan Israel ke Lebanon sebelumnya juga telah dimasukkan Iran sebagai klausul pertama dalam nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada Juni 2026.

Israel tidak terlibat dalam gelombang terbaru serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, meski kedua negara sebelumnya bertempur bersama melawan Teheran pada 28 Februari lalu.

Pemerintah AS memang meminta Israel untuk sementara tidak ikut dalam operasi militer terhadap Iran ketika Washington berupaya menekan Iran agar memberikan konsesi diplomatik sekaligus menghindari pecahnya perang terbuka.

Dengan demikian, Israel masih serang Lebanon meski AS-Iran resmi berdamai, rudal dan ledakan guncang Nabatieh.

Jika Israel tidak menghentikan serangan militernya, maka peluang perdamaian antara Teheran dan Washington masih sangat rendah.

Dengan demikian, konflik di Lebanon masih belum selesai meski AS-Iran resmi berdamai.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.