Sorot Indonesia – Dalam orasi kemerdekaan yang menarik perhatian di Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Rektor Sudirman Said tegaskan Indonesia butuh pemimpin berbasis integritas, bukan sekadar cari jabatan [titlebase]. Ia mengingatkan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya terbatas pada kebebasan dari penjajahan fisik, melainkan juga mencakup upaya bersama untuk mengurus kepentingan rakyat secara sadar.
Sudirman menekankan bahwa kemerdekaan sejati tercermin ketika setiap warga negara berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat tanpa adanya paksaan. “Warga membayar pajak karena takut sanksi adalah upaya paksa, sedangkan membayar pajak karena sadar itu adalah iuran untuk kepentingan bersama adalah usaha bersama,” ujarnya. Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya integritas dalam kepemimpinan, di mana pemimpin seharusnya di pilih berdasarkan kesadaran untuk mencari kebaikan bersama, bukan karena iming-iming atau tekanan.
Dalam orasinya pada 17 Agustus 2026, Sudirman juga mengaitkan gagasan ini dengan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengajak rakyat untuk membangun jiwa dan raga demi Indonesia. Dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan integritas, ia berpendapat bahwa bangsa ini tidak hanya membutuhkan kemajuan material, tetapi juga pembangunan moral dan tata kelola yang baik.
“Hari-hari ini, kondisi ‘kapal tanpa kompas’ tengah marak, di mana kelincahan otak diunggulkan, tetapi kebeningan nurani ditinggalkan,” ujarnya, menyoroti kemunduran pada aspek moral dan etika di masyarakat. Sudirman mencatat meskipun pendapatan per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan tren positif, namun kelas menengah justru menyusut dan indeks-indeks penting lainnya mengalami penurunan.
“Pembangunan jiwa, tata kelola, penegakan hukum, dan moralitas sedang mengalami kemunduran,” tegasnya. Dalam konteks ini, Sudirman Said menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki integritas untuk memerangi budaya korupsi dan kolusi (KKN) yang masih merajalela di Indonesia. Ia menyerukan agar para pemimpin di semua tingkatan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, kembali kepada fungsi awal institusi mereka dan berorientasi pada kepentingan publik.
Selain itu, Sudirman juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam memberantas KKN dan memperjuangkan nilai-nilai integritas. “Usaha bersama tidak bisa tumbuh jika kekuasaan publik dikelola sebagai aset pribadi untuk diri sendiri, keluarga, dan kelompok tertentu,” tambahnya.
Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang kemerdekaan, Sudirman Said berharap masyarakat dapat menghindari pola pikir yang hanya mengukur kemajuan dari segi ekonomi dan fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan demokrasi. “Kita perlu menyadari bahwa kemerdekaan harus membebaskan rakyat dari budaya upaya paksa, dan menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap tindakan dan keputusan,” ungkapnya.
Melalui pesan-pesan ini, Sudirman Said tegaskan Indonesia butuh pemimpin berbasis integritas, bukan sekadar cari jabatan [titlebase], untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
