Sorot Indonesia – Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Jakarta, pada Selasa siang. Dalam aksi ini, mereka menyampaikan delapan tuntutan kritis kepada pemerintah, yang mencerminkan keresahan mereka terhadap kondisi sosial dan ekonomi saat ini. Begini janji Yusril setelah mendengar tuntutan BEM SI [titlebase] yang disampaikan oleh mahasiswa dalam aksi yang berlangsung di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Aksi ini merupakan bagian dari refleksi atas peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, mahasiswa meminta maaf kepada warga Jakarta atas kemacetan yang ditimbulkan. “Kemacetan ini hanya beberapa jam, tetapi kemacetan struktural dan keadilan telah berlangsung selama puluhan tahun,” ujarnya.
Koordinator lapangan, Hafidz Hernanda, menyampaikan bahwa ada delapan tuntutan yang diajukan, di antaranya:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Hentikan pemusatan kekuasaan dan berikan otonomi seluas-luasnya kepada daerah.
- Hentikan seluruh intervensi TNI-Polri di ruang sipil.
- Evaluasi total seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN).
- Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP.
- Beri akses yang lebih baik kepada lapangan kerja bagi masyarakat.
- Jamin kebebasan berpendapat dan suara rakyat.
Hafidz menegaskan bahwa tuntutan ini muncul karena mahasiswa merasa masih terjajah oleh kebijakan pemerintah saat ini. Mereka merasakan adanya ketidakadilan yang semakin menguat di dalam masyarakat. “Negara harusnya milik seluruh rakyat, bukan hanya penguasa atau konglomerat. Hari ini, kami bertanya: kemerdekaan macam apa yang kita rayakan?” ujar Hafidz.
Dalam perjalanan menuju lokasi aksi, mahasiswa sempat mengalami kendala transportasi, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyampaikan aspirasi. Mereka menumpangi angkot setelah pembatalan mendadak oleh sopir bus yang telah disewa sebelumnya.
Yusril Ihza Mahendra, sebagai salah satu tokoh politik yang mendengar tuntutan ini, memberikan tanggapan positif terhadap aksi tersebut. Begini janji Yusril setelah mendengar tuntutan BEM SI [titlebase], ia berkomitmen untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dan akan menyampaikan poin-poin penting tersebut kepada pihak-pihak terkait di pemerintahan. Yusril menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyikapi tuntutan-tuntutan yang diusung oleh generasi muda.
Lebih lanjut, mahasiswa BEM UI menekankan bahwa mereka tidak hanya ingin terdengar, tetapi juga ingin diakui sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. Mereka berharap, aksi ini menjadi momentum bagi perubahan yang lebih baik di Indonesia.
Dengan semangat perjuangan yang tinggi, mahasiswa BEM UI mengingatkan kita semua akan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Begini janji Yusril setelah mendengar tuntutan BEM SI [titlebase] menjadi harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
