Sorot Indonesia – Dalam sebuah perjalanan yang seharusnya menjadi pengantaran terakhir, Vicky Prasetyo mengalami tragedi yang memilukan. Pada malam Rabu, 19 Agustus 2026, ambulans yang membawa jenazah Vicky Tio Prasetyo terlibat dalam kecelakaan maut di Tol Batang, Jawa Tengah. Peristiwa ini merenggut nyawa kedua orang tuanya, Mulyana (50) dan Giyati (50), yang menemani jenazah anak mereka menuju tempat peristirahatan terakhir di Jepara.
Ambulans tersebut melaju dari Jakarta menuju Jepara dengan mengangkut jenazah Vicky. Mulyana dan Giyati duduk di bagian belakang ambulans, menemani putra mereka dalam perjalanan yang penuh harapan. Namun, harapan itu berubah menjadi duka saat ambulans menabrak truk di KM 379+900 jalur A sekitar pukul 00.46 WIB. Kecelakaan ini melibatkan empat kendaraan, termasuk ambulans, dan mengakibatkan kematian tiga orang, termasuk kedua orang tua Vicky.
Sutomo, salah satu anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa mereka berniat mengantar jenazah Vicky untuk dimakamkan di Jepara. Namun, tragisnya, orang tua Vicky justru menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Kami ini niatnya mau antar jenazah anak korban yang namanya Vicky Tio Prasetyo ke Jepara untuk dimakamkan. Tragisnya malah orang tuanya Vicky meninggal dalam peristiwa tragis,” ungkap Sutomo dengan suara bergetar.
Dalam kecelakaan tersebut, ambulans yang dikemudikan Suharto (61) diduga berusaha menyalip truk Hino, namun kehilangan konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang truk. Akibat benturan itu, ambulans oleng dan menabrak kendaraan lain yang berada di dekatnya. Ini adalah kecelakaan beruntun yang mengubah perjalanan duka menjadi tragedi yang lebih dalam.
Keluarga kini harus menghadapi kenyataan pahit. Jenazah Vicky rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di desa tujuan di Jepara, sementara jenazah Mulyana akan dibawa kembali ke Jakarta untuk dimakamkan di Cengkareng. Isak tangis keluarga pecah saat ketiga jenazah tersebut dimasukkan ke dalam ambulans, mengiringi keberangkatan mereka menuju tempat peristirahatan terakhir.
Tragedi ini menambah daftar panjang peristiwa pilu yang menimpa banyak keluarga di Indonesia. Dalam saat-saat sulit seperti ini, kita diingatkan akan fragilitas kehidupan dan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya. Vicky Prasetyo, yang kehilangan orang tua dan anaknya dalam satu perjalanan, menghadapi duka yang tak terbayangkan. Situasi ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan waspada saat berkendara.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
