Sorot Indonesia – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa partainya berkomitmen untuk mendorong konsep Indonesianomics sebagai landasan pembangunan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Hasto sebagai respons terhadap pidato kenegaraan Prabowo dalam sidang Nota Keuangan RAPBN 2027 yang berlangsung di kompleks parlemen.

Hasto menekankan bahwa gagasan pembangunan ekonomi yang adil, makmur, dan berdaulat mencerminkan nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. “Kekuatan ekonomi harus berpihak kepada rakyat, bukan oligarki. Produksi rakyat harus diperkuat, karena itulah esensi dari Marhaenisme,” ujarnya. Konsep Marhaenisme, yang identik dengan PDIP, berakar dari pemikiran Presiden pertama RI, Sukarno, yang menekankan kedaulatan rakyat, terutama bagi petani dan pekerja kecil.

Baca juga:

Dalam konteks upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Hasto juga menjelaskan keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk mengikuti upacara di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, daripada di Istana Merdeka. Menurut Hasto, Megawati ingin menyampaikan pesan tentang keadilan sejarah dan pentingnya mengenali asal-usul perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Megawati ingin agar sejarah tidak diputarbalikkan, karena kemerdekaan tidak datang dari pemberian, tetapi dari perjuangan yang gigih,” tegasnya.

Di sisi lain, Hasto juga menanggapi wacana kewarganegaraan ganda yang disampaikan oleh Prabowo. Ia menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip loyalitas tunggal dalam kewarganegaraan, yang merupakan bagian dari identitas bangsa. “Oleh karena itu, kita tidak mengenal kewarganegaraan ganda,” kata Hasto, menambahkan bahwa ada ketentuan khusus bagi anak hasil perkawinan campuran yang dapat menentukan pilihan kewarganegaraan saat dewasa.

Selain itu, Hasto menyatakan bahwa PDIP saat ini fokus pada penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah kader partai, termasuk Tri Rismaharini dan Ganjar Pranowo, telah berada di lokasi untuk membantu. Hasto menyebutkan bahwa PDIP juga sedang berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk mengirim Kapal Laksamana Malahayati ke wilayah terdampak. “Penanganan bencana ini menjadi perhatian utama PDIP, terutama di tengah agenda internal partai,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen untuk memberdayakan rakyat, Hasto Kristiyanto menegaskan harapan PDIP agar konsep Indonesianomics dan Marhaenisme dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional di era Prabowo, serta mengajak seluruh kader untuk berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.