Sorot Indonesia – Trump disebut setujui cairkan aset Iran senilai Rp 428,64 triliun yang masih dibekukan dalam persiapan perundingan perdamaian dengan Iran. Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, perjanjian penghentian perang yang diusulkan akan mengakhiri konflik di semua front, termasuk di Lebanon, serta membuka jalan bagi perundingan mengenai pencabutan sanksi ekonomi. Namun, program nuklir Iran masih menjadi sumber utama ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Washington serta Tel Aviv khawatir aktivitas tersebut dapat mengarah pada pengembangan senjata nuklir, sementara Teheran terus menegaskan bahwa programnya semata-mata untuk tujuan damai. Selain isu nuklir, perhatian dunia juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan gas global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa rancangan kesepakatan saat ini mencakup proses penghancuran atau pemindahan uranium yang telah diperkaya oleh Iran. Menurutnya, periode 60 hari pasca-penandatanganan akan digunakan untuk menyusun rincian teknis terkait pengelolaan uranium yang tersimpan di sejumlah fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei juga menegaskan bahwa Iran tidak akan melepaskan haknya untuk mengembangkan program nuklir, meski siap untuk membuka jalan bagi perundingan. Dalam upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya, Khamenei menyatakan bahwa Iran telah meningkatkan posisi negara itu di tingkat global dan memperkuat kemampuan pencegahannya. Ia mengeklaim kemampuan tersebut telah berkembang hingga membuat Trump, yang ia sebut sebagai “penjudi”, kini khawatir untuk bernegosiasi dengan Teheran. Trump juga dianggap telah membiarkan kebijakan Amerika Serikat semakin dipengaruhi oleh Israel.
