Sorot Indonesia – Dalam sebuah audiensi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan komitmennya untuk sampaikan tuntutan BEM SI ke Prabowo, Yusril: Kebebasan berpendapat dijamin. Dalam pertemuan tersebut, Yusril mengungkapkan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kritik dan memandang perbedaan pendapat sebagai bagian integral dari demokrasi yang sehat.

Yusril menjelaskan bahwa lima tuntutan yang diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Tuntutan tersebut meliputi:

Baca juga:
  • Penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Penurunan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
  • Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Penghentian militerisasi di ranah sipil.
  • Desakan agar Presiden mengakui kesalahan pemerintah.

Dalam audiensi tersebut, Yusril secara khusus meminta penjelasan dari mahasiswa terkait tuntutan penghentian program MBG. Ia ingin memahami apakah mahasiswa menginginkan penghentian total program tersebut atau sekadar perbaikan dalam tata kelolanya. Setelah berdiskusi, BEM SI menjelaskan bahwa mereka lebih menginginkan perbaikan tata kelola, bukan penghentian total, karena program tersebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat.

Yusril menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap dijamin, asalkan disampaikan secara bertanggung jawab dan didasari oleh kajian yang kuat. Ia menyatakan, “Kebebasan ini adalah bagian penting dari pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa.” Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti-kritik dan selalu terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak.

Dialog yang terjalin antara pemerintah dan mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif. Menko Yusril juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan jalannya pemerintahan. Dengan adanya keterbukaan ini, diharapkan aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan akademisi, dapat diperhatikan dalam pengambilan keputusan kebijakan.

Baca juga:

Yusril menambahkan, program MBG yang dilaksanakan oleh Presiden bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini melibatkan berbagai pelaku usaha, peternak, nelayan, dan penyedia pangan di daerah. Pemerintah sangat terbuka untuk menerima masukan guna perbaikan tata kelola program ini agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui sampaikan tuntutan BEM SI ke Prabowo, Yusril: Kebebasan berpendapat dijamin, pemerintah menunjukkan komitmen untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa dan berupaya menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Meskipun tantangan masih ada, langkah ini diharapkan dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: