Sorot Indonesia – Harga minyak dunia telah turun 15 persen, harga bensin di AS juga turun, bagaimana dengan Pertamax? [titlebase] Penurunan harga minyak mentah global akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan angin segar bagi konsumen bahan bakar di Indonesia. Sejumlah pakar memproyeksikan bahwa harga bahan bakar jenis Pertamax dapat mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Yayan Satyaki, pakar ekonomi energi Universitas Padjadjaran, harga Pertamax yang saat ini berada di level Rp 16.250 per liter diperkirakan akan turun secara bertahap sampai mencapai kisaran Rp 12.100 hingga Rp 13.500 per liter pada Desember 2026. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa Indonesian Crude Price (ICP) akan menurun menjadi sekitar 90,6 dolar AS per barel pada akhir tahun.

Baca juga:

Penurunan harga minyak dunia membawa dampak langsung terhadap harga bahan bakar, termasuk Pertamax. Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat menyentuh 117 dolar AS per barel, kini telah terkoreksi ke level sekitar 80 dolar AS. Dalam periode ini, harga minyak dunia yang lebih rendah diharapkan dapat menekan biaya produksi dan distribusi bahan bakar, serta berpotensi mengurangi inflasi.

Dengan kondisi harga minyak yang terus berfluktuasi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia. Salah satunya adalah mekanisme penetapan harga yang digunakan oleh Pertamina, yang didasarkan pada rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah pada periode sebelumnya. Ini berarti bahwa penurunan harga minyak dunia yang terjadi saat ini baru akan tercermin dalam harga Pertamax pada siklus penyesuaian bulan Juli mendatang.

Ekonom energi dari Core Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menambahkan bahwa meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi membawa stabilitas pada sektor energi di Indonesia. Hal ini berimbas pada pengurangan risiko biaya logistik dan asuransi pengiriman minyak, yang pada gilirannya dapat menurunkan harga minyak secara global.

Baca juga:

Selain itu, penurunan harga minyak dunia sangat penting bagi neraca perdagangan Indonesia, yang masih bergantung pada impor minyak. Dengan harga minyak yang lebih rendah, beban subsidi dan kompensasi energi pemerintah dapat berkurang, sehingga membantu meredam tekanan inflasi. Jika tren ini berlanjut, nilai tukar rupiah juga berpotensi menguat terhadap dolar AS.

Namun, perlu dicatat bahwa meski ada prospek penurunan harga Pertamax, perubahan harga ini tidak akan terjadi secara instan. Masyarakat diharapkan dapat bersabar menunggu penyesuaian harga yang sesuai dengan siklus penetapan harga Pertamina. Diperkirakan, harga Pertamax akan turun menjadi Rp 15.228 per liter pada Juli, Rp 14.557 pada Agustus, dan terus menurun hingga mencapai Rp 13.479 pada Desember 2026.

Secara keseluruhan, harga minyak dunia telah turun 15 persen, harga bensin di AS juga turun, bagaimana dengan Pertamax? [titlebase] menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia dapat berharap akan adanya penurunan harga bahan bakar dalam waktu dekat. Dengan tetap memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi geopolitik yang ada, diharapkan para pelaku ekonomi dan masyarakat dapat memperoleh manfaat dari tren penurunan harga ini.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.