Sorot Indonesia – Pelatih baru AC Milan, Ruben Amorim akui kesalahan di Manchester United, janji tampil lebih baik bersama AC Milan. Setelah mengalami masa sulit di Old Trafford, Amorim kini berusaha mengubah nasib Rossoneri yang tidak berhasil lolos ke Liga Champions musim lalu. Dalam beberapa minggu sejak kedatangannya, ia menunjukkan tekad untuk membangun identitas baru bagi timnya.
Amorim, yang sebelumnya dikenal sebagai pelatih yang inovatif di Sporting CP, memulai tugasnya di AC Milan dengan semangat tinggi. Ia menyadari tantangan besar yang dihadapinya, terutama dalam mengembalikan Milan ke posisi teratas Serie A. “Kami berusaha melakukan perubahan, dan saya berharap tim ini bisa lebih kompetitif di musim mendatang,” ungkapnya.
Selama pramusim, AC Milan telah melakukan beberapa rekrutan penting, termasuk mendatangkan Goncalo Ramos dari Paris Saint-Germain dan Mario Gila dari Lazio, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat skuad. Amorim juga mengincar pemain Manchester United, Noussair Mazraoui, yang dianggapnya cocok dengan skema permainan yang ingin diterapkannya.
Dalam laga pramusim terakhir melawan Glasgow Celtic, AC Milan bermain imbang 2-2. Amorim memberikan evaluasi atas performa timnya, mengakui bahwa mereka masih membutuhkan banyak perbaikan. “Kami perlu lebih memahami taktik yang saya inginkan,” ujarnya. Ia mencatat bahwa meskipun tim berhasil menyamakan kedudukan, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan, terutama dalam penguasaan bola dan tekanan di seluruh area lapangan.
Amorim berencana untuk meninggalkan formasi 3-5-2 yang sebelumnya digunakan dan beralih ke formasi 3-4-2-1 yang lebih agresif. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat Milan lebih dominan dalam penguasaan bola dan mengontrol ritme permainan. “Ide ini membutuhkan waktu untuk diserap oleh tim, tetapi sudah ada kemajuan,” tambahnya.
Identitas baru yang dibangun Amorim tidak hanya berfokus pada aspek taktik, tetapi juga pada hubungan antara pelatih dan pemain. Ia berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman dan terbuka di ruang ganti, serta aktif berdiskusi dengan para pemain. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan tim dan membangun kepercayaan diri mereka.
Dengan semua perubahan yang dilakukan, para penggemar AC Milan berharap bahwa Ruben Amorim akui kesalahan di Manchester United, janji tampil lebih baik bersama AC Milan akan menjadi awal dari era baru yang lebih sukses. Liga musim 2026/2027 diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi Amorim dan skuadnya, terutama saat menghadapi rival sekota, Inter Milan, dalam Derby della Madonnina yang selalu dinanti-nantikan.
Dengan tekad dan visi yang jelas, Ruben Amorim berambisi untuk mengembalikan kejayaan AC Milan dan membuktikan bahwa kesalahan di Manchester United adalah bagian dari proses belajar menuju sukses yang lebih besar.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
