Sorot Indonesia – Kiper Everton, Jordan Pickford, kembali dipercaya untuk mengawal gawang Timnas Inggris dalam laga Nations League melawan Kroasia di Rijeka, Sabtu malam. Laga ini menjadi momen krusial bagi Pickford yang untuk pertama kalinya sejak menjadi kiper utama Inggris, posisinya terancam oleh kehadiran James Trafford.

Pelatih Thomas Tuchel memutuskan untuk membagi menit bermain di dua laga awal Grup A3. Trafford, kiper berusia 23 tahun yang musim panas ini pindah dari Manchester City ke Leeds United dengan harga 45 juta poundsterling, tampil dalam dua pertandingan pertama melawan Spanyol dan Ceko. Kini, giliran Pickford yang kembali untuk menghadapi Kroasia dan Ceko pada laga terakhir kamp.

Baca juga:

Keputusan Tuchel ini sontak menimbulkan spekulasi. Namun, Tuchel menegaskan bahwa Pickford tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia hanya ingin menguji Trafford melawan tim-tim elit. Meski demikian, tekanan tetap terasa bagi Pickford yang telah menjadi pilihan utama sejak Piala Dunia 2018.

Pickford sendiri mengaku tidak terpengaruh oleh sorotan. Ia bahkan menghabiskan tiga jam melakukan sesi zoom dengan pelatih mentalnya pada Kamis malam, sebuah upaya yang ia sebut sebagai “bekerja keras” untuk menjadi lebih baik. “Saya mencoba memindai bola. Ada banyak tubuh di depan. Dia mendapat sentuhan bebas dan menembak. Bola menjauh dari saya,” ujar Pickford mengenang gol Enzo Fernandez di semifinal Piala Dunia melawan Argentina.

Gol tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak diperdebatkan. Banyak yang mempertanyakan apakah Pickford seharusnya bisa menyelamatkan tembakan jarak jauh itu. Namun, kiper berusia 32 tahun ini dengan tegas membela dirinya. “Akan selalu ada orang yang bertanya, tapi saya pikir jika Anda bukan ahli kiper, Anda tidak akan tahu apa yang Anda bicarakan,” katanya.

Pickford telah mencatatkan 91 caps untuk Inggris dan memecahkan rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia untuk pemain Inggris dengan 19 pertandingan. Ia juga melampaui rekor Phil Jagielka untuk penampilan terbanyak bersama Everton di Timnas Inggris. Namun, kehadiran Trafford yang tampil impresif melawan Spanyol dan Ceko membuat persaingan semakin ketat.

Mantan striker Inggris, Kevin Phillips, mengaku terkejut dengan keputusan mencadangkan Pickford. “Saya pikir Jordan tidak akan menerimanya dengan baik karena dia seorang pemenang, dan saya pikir dia luar biasa,” ujar Phillips. “Saya tidak pernah mengkritik Jordan. Dia selalu tampil fantastis untuk klub dan negara. Jadi, saya masih percaya dia adalah nomor satu.”

Phillips juga menambahkan bahwa Pickford harus kembali ke Everton dan menunjukkan performa terbaiknya untuk mengingatkan semua orang bahwa dia adalah kiper nomor satu Inggris. “Semoga dia segera kembali di bawah mistar gawang,” harapnya.

Laga melawan Kroasia akan menjadi ujian berat bagi Pickford. Kroasia diperkuat oleh Luka Modric, gelandang veteran yang telah lama menjadi momok bagi Inggris. Pertemuan terakhir kedua tim di Zagreb 20 tahun lalu berakhir dengan kekalahan 2-0 untuk Inggris, yang saat itu diperkuat kiper yang melakukan blunder fatal.

Namun, Pickford bukan tipe kiper yang mudah goyah. Ia telah melalui berbagai tekanan, termasuk saat dicadangkan untuk Dean Henderson di perebutan medali perunggu Olimpiade dan saat Southgate memberi kesempatan kepada Aaron Ramsdale di Nations League 2022. Pickford selalu mampu bangkit dan membuktikan kualitasnya.

Di sisi lain, persaingan dengan Trafford justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi Pickford. Kiper yang bergabung dengan Everton dari Sunderland seharga 25 juta poundsterling pada 2017 itu dikenal sebagai sosok pekerja keras dan kompetitif. Ia tidak akan menyerahkan posisinya begitu saja.

Laga melawan Kroasia akan menjadi penentu apakah Pickford masih layak menjadi pilihan utama Inggris menuju turnamen-turnamen besar berikutnya. Dengan pengalaman dan mentalitasnya, Pickford diyakini masih menjadi kiper terbaik yang dimiliki Inggris saat ini.

Bagi Pickford, pertandingan ini bukan hanya tentang membuktikan diri kepada Tuchel, tetapi juga kepada seluruh penggemar sepak bola Inggris. Ia ingin menunjukkan bahwa kritik terhadapnya tidak berdasar dan bahwa ia masih mampu tampil di level tertinggi.

Terlepas dari hasil akhir, satu hal yang pasti: Jordan Pickford tidak akan menyerah tanpa perlawanan. Ia akan terus berjuang untuk menjaga posisinya sebagai kiper nomor satu Inggris, sekaligus membawa Everton meraih kesuksesan di kompetisi domestik. Masa depan posisi kiper Inggris masih menjadi tanda tanya, namun Pickford telah membuktikan bahwa ia adalah sosok yang tangguh dan tidak mudah goyah oleh tekanan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.