Sorot IndonesiaFarida Nurhan, seorang konten kreator kuliner, baru-baru ini meluapkan kekesalannya setelah menerima tawaran kerja sama untuk mengulas sebuah restoran ternama di Batam tanpa mendapatkan bayaran. Dalam unggahan di akun Threads pribadinya, Omay membagikan tangkapan layar percakapan melalui Direct Message (DM) Instagram yang berisi ajakan dari sebuah restoran untuk membuat konten ulasan di platform TikTok maupun kanal YouTube miliknya.

“Kalau perusahaan/ resto besar seperti kalian cabangnya menyebar di seluruh Indonesia, halaman + parkiran luas, restonya megah, come on lah, bukannya nggak menghargai makanan gratis, tapi nggak gitu juga, dikit2 barter,” tegasnya.

Baca juga:

Omay menegaskan bahwa dirinya tetap menghargai bentuk apresiasi berupa jamuan makanan, tetapi menilai proses pembuatan konten profesional tidak bisa dipandang sesederhana datang, makan, lalu mengunggah ulasan. Ia menyoroti permintaan pembuatan konten yang disertai arahan konsep dan alur cerita tertentu, yang menurutnya sudah masuk dalam kategori pekerjaan profesional yang semestinya disertai kompensasi yang layak.

Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet, dengan sebagian mendukung pandangan Omay bahwa profesi konten kreator juga memiliki nilai kerja yang patut dihargai secara profesional, terutama ketika kolaborasi melibatkan perusahaan atau brand berskala besar.

Baca juga:

Farida Nurhan telah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini karena kontroversi di balik kolaborasinya dengan sebuah restoran ternama di Batam. Kontroversi ini telah menimbulkan perdebatan di kalangan warganet, dengan beberapa orang mendukung pandangan Omay bahwa profesi konten kreator juga memiliki nilai kerja yang patut dihargai secara profesional.

Dengan demikian, kontroversi di balik kolaborasi Farida Nurhan dengan restoran ternama di Batam menunjukkan bahwa profesi konten kreator juga memiliki nilai kerja yang patut dihargai secara profesional.

Baca juga: