Sorot Indonesia – Dalam sebuah survei terbaru, terungkap bahwa 64 persen Gen Z Indonesia disebut alami stres finansial. Fenomena ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam mengelola keuangan di tengah berbagai tekanan ekonomi yang semakin meningkat.

Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa Gen Z, yang berusia antara 13 hingga 28 tahun, mengalami kesulitan dalam hal finansial. Hal ini terlihat dari tingginya penggunaan pinjaman online (pinjol) yang mencapai 35,7 persen di kalangan Gen Z pada tahun 2026. Meskipun angka ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 41,5 persen, tetap saja menunjukkan bahwa generasi ini sangat bergantung pada sumber pembiayaan alternatif.

Baca juga:

Stres finansial yang dialami oleh Gen Z tidak hanya disebabkan oleh penggunaan pinjol, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat, dan ketidakpastian di pasar kerja. Banyak dari mereka yang terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang pada gilirannya hanya menambah tekanan psikologis dan stres.

Sementara itu, dalam konteks pola asuh dan pengasuhan anak, Dr. Tan Shot Yen, seorang ahli gizi, menjelaskan bahwa pola makan sehat juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Kebiasaan makan yang baik pada anak dapat membantu mereka dalam mengelola emosi dan mengurangi perilaku tantrum. Ini menunjukkan bahwa masalah finansial yang dialami oleh Gen Z juga dapat berimbas pada generasi berikutnya.

Orang tua diharapkan dapat menjadi teladan dalam mengajarkan pola makan sehat dan membangun kebiasaan baik dalam pengelolaan keuangan. Dr. Tan mengatakan, “Orang tua adalah panutan anak. Jadi pola asupan sehat harus dimulai dari orang tuanya.” Ini menunjukkan adanya keterkaitan antara pengelolaan keuangan yang baik dan kesehatan mental, yang pada akhirnya dapat mengurangi stres finansial yang dialami oleh Gen Z.

Baca juga:

Jumlah pengguna pinjol di kalangan generasi ini mengindikasikan adanya krisis keuangan yang lebih luas, di mana Gen Z merasa terjebak dalam lingkaran utang yang sulit untuk dipecahkan. Hal ini berpotensi menciptakan generasi yang tidak hanya tertekan secara finansial, tetapi juga emosional.

Dengan melihat angka 64 persen Gen Z Indonesia disebut alami stres finansial, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan yang tepat. Edukasi mengenai literasi keuangan, penyuluhan tentang pengelolaan utang, serta dukungan emosional harus diperhatikan untuk membantu generasi ini keluar dari masalah yang mereka hadapi.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan pengelolaan keuangan yang baik harus menjadi prioritas. Jika tidak, generasi muda kita akan terus berjuang dalam menghadapi stres finansial, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.