Sorot Indonesia – Di wilayah Kali Fis, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, TNI evakuasi 1 korban penembakan OPM di Yahukimo, dibuang ke jurang, yang dikenal dengan nama Teina Alya. Jenazah warga Papua ini ditemukan tergeletak di dasar lembah sedalam 50 meter setelah sebelumnya dilaporkan tewas akibat tindakan kekerasan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Proses evakuasi berlangsung dalam suasana mencekam. Pasukan Komando Operasi TNI Habema, yang dipimpin oleh Mayjen TNI Yudha Airlangga, melaksanakan operasi di tengah ancaman serangan kelompok OPM yang dipimpin oleh Kopi Tua Heluka. Usai mengevakuasi jenazah korban, TNI diberondong tembakan oleh 10 anggota OPM yang berusaha melawan saat hendak ditangkap.
Dalam baku tembak tersebut, dua anggota OPM dilaporkan tewas. Pangkoops TNI Habema menyatakan bahwa serangan ini terjadi saat pasukannya sedang dalam posisi rentan setelah berhasil mengevakuasi Teina Alya. Tindakan tegas diambil oleh TNI sebagai respons terhadap serangan yang datang secara tiba-tiba. Beberapa anggota OPM yang menggunakan rompi antipeluru dan bersenjata otomatis memberikan perlawanan dengan menembaki pasukan TNI.
“Pasukan Koops TNI Habema terpaksa mengambil langkah tegas dengan menembak mati 2 dari 10 anggota OPM tersebut. Salah satu jasad anggota OPM berhasil dibawa lari oleh rekan-rekannya, sementara satu jasad lainnya ditinggalkan di lokasi,” jelas Mayjen Yudha dalam keterangannya.
Evakuasi jenazah Teina Alya dilakukan dengan teknik rappelling untuk menjangkau lokasi yang ekstrem dan curam. Setelah berhasil, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Dekai untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Mayjen Yudha mengapresiasi dedikasi anggota TNI yang telah berjuang keras dalam operasi ini, mengingat medan yang sulit dan potensi serangan susulan dari OPM yang dapat terjadi kapan saja.
Situasi di Yahukimo kian memanas menyusul aksi-aksi keji yang dilakukan oleh OPM terhadap warga sipil. Kejahatan ini dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan dan ketentraman masyarakat. Pangkoops TNI menegaskan akan terus melanjutkan operasi keamanan untuk menumpas kelompok separatis tersebut demi menjaga kedamaian di Papua.
TNI evakuasi 1 korban penembakan OPM di Yahukimo, dibuang ke jurang, merupakan salah satu upaya dalam rangka menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dari tindakan brutal yang dilakukan oleh kelompok OPM. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada kelompok separatis yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan terutama di Papua Pegunungan.
Dengan berlanjutnya operasi keamanan di wilayah tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan tenteram. TNI berkomitmen untuk terus melawan segala bentuk kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok separatis, serta memastikan bahwa hak-hak dan keselamatan rakyat menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan yang diambil.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
