Sorot Indonesia – Perdamaian AS-Iran Picu Optimisme Pasar IHSG dan Saham Konglomerat Berpotensi Menguat. Hal ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pasar saham Indonesia. Pada perdagangan yang dibuka pada Senin (15/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak positif, seiring dengan optimisme investor terhadap situasi global yang lebih stabil.

Seiring dengan itu, saham-saham dengan kapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan mengalami penguatan. Emiten-emiten dari sektor komoditas seperti EMAS, BRMS, ARCI, dan HRTA diprediksi akan mendapatkan sentimen positif dari perkembangan ini. Selain itu, berkurangnya ketidakpastian global diharapkan dapat mendorong minat investor terhadap saham-saham konglomerat.

Baca juga:

Pada awal perdagangan, sejumlah saham yang berhubungan dengan pengusaha Happy Hapsoro sudah menunjukkan kenaikan yang signifikan. Saham BUVA dilaporkan naik sebesar 7,10 persen menjadi Rp830, MINA menguat 7,64 persen mencapai Rp310, RAJA bertambah 4,80 persen menjadi Rp3.930, dan RATU meningkat 4,46 persen menjadi Rp4.920.

Saham-saham yang tergabung dalam Grup Barito, yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu, juga menunjukkan performa yang baik. BREN melonjak hingga 6,13 persen mencapai Rp4.330, BRPT naik 5,59 persen menjadi Rp1.795, CDIA menguat 5,80 persen ke Rp730, CUAN bertambah 6,25 persen menjadi Rp765, dan TPIA mengalami kenaikan 7,30 persen menjadi Rp1.985.

Baca juga:

Grup Salim pun tidak ketinggalan dalam pergerakan positif ini. Saham ICBP naik 4,33 persen menjadi Rp6.625, sementara INDF menguat 1,56 persen mencapai Rp6.525. LSIP dan SIMP juga menunjukkan pertumbuhan, masing-masing naik 4 persen menjadi Rp1.300 dan 3,74 persen menjadi Rp555.

Kesepakatan gencatan senjata ini diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya. Dalam pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump menyebut bahwa blokade Angkatan Laut AS akan dicabut, sehingga aktivitas pelayaran internasional dapat kembali berjalan normal. Tindakan ini diharapkan dapat membawa stabilitas pada pasokan energi global dan meredakan ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Baca juga:

Kembalinya akses penuh di Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak dunia, menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme pasar. Investor di Indonesia kini menaruh harapan pada prospek yang lebih baik untuk pasar saham dalam jangka pendek. Dengan adanya potensi penguatan IHSG dan saham-saham konglomerat, para pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meraih peluang investasi yang menguntungkan.

Dengan pandangan positif yang muncul dari perdamaian AS-Iran, situasi ini berpotensi menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Indonesia, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Para investor diharap tetap waspada dan terus memantau perkembangan lebih lanjut untuk memaksimalkan potensi keuntungan mereka di pasar saham.