Sorot Indonesia – Ketika ditanya tentang kebijakan perusahaan terkait dengan manufaktur hijau, Krisdyan Widagdo Adhi, Division Head CSR PGN, mengatakan bahwa perusahaan memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kebijakan tersebut.

PGNCiteureupSokong Manufaktur HijauSokong Manufaktur Hijau, PGN area Bogor pasok gas bumi ke produsen aspal Citeureup adalah salah satu contoh kebijakan manufaktur hijau yang telah dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di wilayah operasinya.

Dalam proses manufaktur hijau, PGN bekerja sama dengan produsen aspal Citeureup untuk meningkatkan efisiensi penggunaan gas bumi dan mengurangi dampak lingkungan.

Krisdyan Widagdo Adhi juga mengatakan bahwa perusahaan telah meluncurkan program Rumah Hijau Nusantara, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah plastik dan menciptakan pasar bagi produk hasil daur ulang.

Melalui program ini, PGN berharap dapat menunjukkan bahwa sampah plastik bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Program Rumah Hijau Nusantara juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan memperluas peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.

Dalam dua bulan terakhir, Program Rumah Hijau Nusantara telah berhasil mengolah 871 kilogram sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, tasbih, dan produk daur ulang lainnya.

Keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, PGN berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mendukung kebijakan manufaktur hijau dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.