Sorot IndonesiaPDIP soal disebut PKB abu-abu: Kami partai penyeimbang Prabowo. Presiden Prabowo Subianto menyebut PDI Perjuangan berhati sama dengan pemerintah meski berada di luar koalisi. Partai koalisi pun menyebut sikap Prabowo merupakan sikap yang demokratik. Dalam pidato di acara Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai kondisi koalisi politik di era pemerintahannya, termasuk sikap PDI Perjuangan. Prabowo mengatakan sebetulnya PDIP berhati sama dengannya. Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik. Bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, nggak masalah. Nanti juga bergabung lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT PDIP juga sebetulnya hatinya sama dengan kita, benar, coba cek, digali hatinya. Sebetulnya sama, kata Prabowo. Prabowo mengungkit konstitusi yang dirumuskan oleh Bapak Pendiri Bangsa termasuk Soekarno yang identik dengan partai banteng bermoncong putih itu. Menurutnya, hal itu membuktikan pemerintahannya dan PDIP sejalan dalam membangun bangsa. Ini UUD 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama, ujar dia.

Baca juga:

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Prabowo tersebut. Ganjar mengatakan cita-cita yang sama tak berarti harus bergabung dengan koalisi. Kami sependapat bahwa seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bangsa dan menjalankan amanat UUD 1945 dan menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai sumpah jabatan. Dalam pengertian itulah, tentu semangat kebangsaan kita sama. Namun kesamaan cita-cita tidak berarti semua partai harus berada dalam satu barisan pemerintahan, kata Ganjar kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Ganjar kemudian bicara soal sistem demokrasi. Dia mengatakan pemerintah dan partai bukan koalisi pemerintah menghadirkan sistem checks and balances.

Politikus PDI Perjuangan (PDI-P) Guntur Romli mengatakan, pihaknya setuju dengan Presiden RI Prabowo Subianto, di mana PDI-P dan pemerintah sehati soal bela negara. Setuju dan sependapat. Tidak ada perbedaan sedikit pun, ujar Guntur.

Yang membedakan kami adalah posisi politik saat ini, PDI-P berada di luar pemerintahan, memposisikan sebagai politik penyeimbang dan menjaga checks and balances, yang merupakan hasil keputusan kongres, instruksi Ketua Umum dan rakernas partai, imbuh Guntur.

PDIP soal disebut PKB abu-abu: Kami partai penyeimbang Prabowo. Sekilas, Prabowo dan PDIP berada di pihak yang berbeda dalam politik. Namun, kenyataannya, keduanya memiliki cita-cita yang sama.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.