Sorot Indonesia – Rusia diguncang serangan drone Ukraina, gudang raksasa e-commerce Wildberries dibakar, 8 tewas dan puluhan luka.
Platform e-commerce Rusia, Wildberries, akhirnya menghapus bagian Operasi Militer Khusus dalam platformnya pada Minggu (26/7/2026). Keputusan ini menyusul serangan drone Ukraina yang menargetkan gudang Wildberries.
Lebih dari sepekan terakhir, Ukraina sudah menargetkan sejumlah gudang Wildberries di Rusia. Serangan ini terjadi setelah Ukraina melihat dugaan platform e-commerce terbesar di Rusia tersebut menjual dan menyimpan persenjataan dan peralatan tempur.
Berdasarkan analisis dari The Moscow Times, terdapat lebih dari 200 ribu produk militer di Wildberries. Ketika pengguna mencari dengan pertanyaan ‘everything for the SVO (operasi militer khusus)’, sistem pencari tidak akan menjawab. Meskipun demikian, peralatan tempur tersebut masih tetap tersedia dalam platform tersebut.
Alat tempur, seperti rompi anti-peluru, helm tentara, dan lainnya masih dapat ditemukan dalam kategori Sport. Selama ini Wildberries juga menawarkan sejumlah barang kegunaan ganda yang bisa digunakan dalam perang. Barang tersebut meliputi rompi antipeluru dan fiber optik untuk drone.
Pada saat yang sama, Wildberries mengumumkan penangguhan operasional pusat logistik dengan alasan keamanan. Penangguhan itu usai diserang drone Ukraina yang merusak sejumlah bagian gudang. Dilansir The Moscow Times, Gubernur Sverdlovsk, Denis Pasler, mengatakan bahwa memang ada serangan di Yekaterinburg. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Menyusul serangan Ukraina ke gudang Wildberries, perusahaan e-commerce Rusia tersebut membekukan pelunasan pinjaman untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keputusan ini untuk membantu UMKM Rusia yang terdampak serangan Ukraina kali ini.
Sebelumnya, Wildberries sudah mengumumkan paket relaksasi kepada bisnis yang bergantung pada platformnya dengan mengurangi biaya penyimpanan, diskon promosi untuk sejumlah produk dan menghapus biaya transit regional. Sebanyak 88 ribu toko sudah mendapat kompensasi imbas kerusakan barangnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
