Sorot Indonesia – Harga emas turun, waktunya borong? Ini strategi investasinya [titlebase]. Setelah mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir, harga emas kini mengalami penyesuaian yang membuatnya lebih terjangkau. Hal ini membuka kesempatan bagi para investor, terutama mereka yang berorientasi pada investasi jangka panjang.
Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis, Ihdina Intri Rahma, menyatakan bahwa harga emas saat ini sudah berada pada level yang lebih bersahabat. “Kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk membeli emas sebelum harga kembali meningkat,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Penurunan harga emas sering kali disebabkan oleh aksi profit taking, di mana investor menjual aset mereka untuk merealisasikan keuntungan setelah harga naik. Tekanan jual ini, dalam jangka pendek, menciptakan koreksi harga yang bisa dimanfaatkan oleh investor. Terutama bagi mereka yang ingin menambah kepemilikan emas sebagai aset investasi yang relatif stabil.
Bagi investor yang mempertimbangkan untuk membeli emas, penting untuk memahami penyebab penurunan harga. Tidak semua penurunan harga disebabkan oleh kondisi ekonomi yang memburuk; berbagai faktor sentimen pasar, kebijakan ekonomi, dan dinamika politik global juga dapat berkontribusi.
Salah satu strategi yang direkomendasikan oleh Pegadaian adalah Dollar Cost Averaging (DCA), di mana investor membeli emas secara rutin dalam jumlah yang sama setiap bulan. Dengan cara ini, mereka dapat membeli lebih banyak emas saat harga turun dan lebih sedikit saat harga naik, sehingga menciptakan rata-rata harga beli yang lebih stabil.
Para investor juga disarankan untuk tidak terpaku pada fluktuasi harian harga emas. Secara historis, harga emas menunjukkan tren kenaikan dalam jangka panjang, terutama selama periode ketidakpastian ekonomi. Dengan mengamati tren yang lebih luas, investor dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan tidak terbawa arus gejolak harga.
Selain itu, program promo yang ditawarkan oleh berbagai lembaga, seperti Galeri 24 yang memberikan potongan harga untuk pembelian emas batangan, dapat menjadi nilai tambah bagi investor. Misalnya, promo Hemat 13K Tiap Gram untuk setiap pembelian emas 10 gram memberikan kesempatan kepada calon investor untuk berinvestasi dengan biaya yang lebih efisien.
Dalam konteks yang lebih luas, saat harga emas dunia turun, momen ini juga bisa menjadi kesempatan untuk membeli sebelum harga kembali melonjak. Menurut Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, meskipun harga emas berpotensi naik hingga US$ 4.400 per troy ounce pada akhir tahun, investor perlu tetap waspada terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga, seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan moneter global.
Dengan demikian, bagi investor yang berorientasi jangka panjang, saat harga emas turun, waktunya borong! Ini strategi investasinya [titlebase] bisa menjadi pilihan yang tepat. Melalui pemahaman yang mendalam tentang pasar, serta strategi yang matang, investor dapat memanfaatkan momentum ini untuk membangun portofolio investasi yang kuat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
