Sorot Indonesia – Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari dunia ekonomi Indonesia. Destry Damayanti jadi calon tunggal gubernur BI, Anwar Abbas titip pesan [titlebase] menjadi sorotan publik. Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, resmi diusulkan sebagai calon tunggal Gubernur BI periode 2026-2031. Pencalonan ini menandai sejarah baru karena Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, pun angkat bicara dan menitipkan pesan penting kepada Destry agar tetap menjaga amanah dan independensi bank sentral.
Dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Financial Sector Expo (IFSE) 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Destry sebagai salah satu dari tiga srikandi perekonomian RI. “Pertama kalinya dalam sejarah kita punya Gubernur BI wanita, Bu Destry Damayanti,” ujar Airlangga. Ia juga menyoroti peran perempuan lain seperti Ketua Dewan Komisioner LPS, Friderica Widyasari Dewi, dan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. Menurut Airlangga, ketiganya memiliki tugas besar mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.
Isu Destry Damayanti jadi calon tunggal gubernur BI, Anwar Abbas titip pesan [titlebase] semakin menguat setelah Anwar Abbas menyampaikan harapannya agar Destry mampu menjaga stabilitas nilai rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Kami berpesan agar Bu Destry tetap independen, tidak terpengaruh kepentingan politik, dan fokus pada kepentingan rakyat banyak,” kata Anwar Abbas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Destry Damayanti bukan sosok baru di dunia kebijakan moneter. Ia telah malang melintang di Bank Indonesia sejak lama, termasuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019. Latar belakang akademisnya sebagai doktor ekonomi dari Universitas Indonesia dan pengalaman di dunia perbankan membuatnya dianggap capable memimpin BI. Pencalonan tunggal ini juga dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah dan DPR terhadap kinerjanya selama ini.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi Destry ke depan tidak ringan. Selain harus menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global, ia juga dituntut untuk mendukung program-program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan. Anwar Abbas kembali menekankan pentingnya pesan moral dalam kepemimpinan bank sentral. “Destry Damayanti jadi calon tunggal gubernur BI, Anwar Abbas titip pesan [titlebase] agar kebijakan BI tidak hanya pro-pasar, tapi juga pro-rakyat kecil,” tegasnya.
Dalam konteks perekonomian nasional, kehadiran Destry di kursi Gubernur BI diharapkan mampu memperkuat sinergi antara bank sentral, pemerintah, dan otoritas keuangan lainnya. Airlangga Hartarto menyebut bahwa ketiga srikandi tersebut—Destry, Friderica, dan Amalia—merupakan mitra strategis Komisi XI DPR RI. “Tugasnya sederhana, 2029 pertumbuhan ekonomi 8%,” ujar Airlangga sambil tersenyum.
Berikut adalah tiga srikandi perekonomian RI yang disebut Airlangga:
- Destry Damayanti – Gubernur Bank Indonesia (perempuan pertama)
- Friderica Widyasari Dewi – Ketua Dewan Komisioner LPS
- Amalia Adininggar Widyasanti – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)
Keberadaan mereka dianggap sebagai angin segar dalam upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Namun, publik juga menanti gebrakan Destry dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Anwar Abbas berharap Destry tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek. “Bank Indonesia harus tetap menjadi benteng terakhir ekonomi rakyat,” pesannya.
Dengan pencalonan tunggal ini, Destry tinggal menunggu persetujuan resmi dari DPR RI. Jika disetujui, ia akan resmi menggantikan Perry Warjiyo yang masa jabatannya berakhir pada 2026. Proses uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Publik berharap Destry dapat membawa BI ke arah yang lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan ketidakpastian global.
Isu Destry Damayanti jadi calon tunggal gubernur BI, Anwar Abbas titip pesan [titlebase] menjadi bukti bahwa masyarakat sipil, termasuk tokoh agama, turut mengawal kebijakan moneter. Anwar Abbas menegaskan bahwa pesan yang ia titipkan bukanlah intervensi, melainkan bentuk partisipasi moral agar kebijakan BI selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat. “Kami hanya ingin memastikan bahwa bank sentral tetap amanah,” tutupnya.
Dengan segala dinamika yang ada, kepemimpinan Destry Damayanti di Bank Indonesia akan menjadi penentu arah ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk MUI, akan menjadi modal penting bagi kesuksesan misi besarnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
