Sorot Indonesia – Survei SMRC: Terjadi tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Prabowo, angkanya wow! menjadi sorotan utama dalam diskusi politik nasional pekan ini. Meskipun survei terbaru dari Indonesia Network Election Survey (INES) menunjukkan angka kepuasan publik sebesar 79,3 persen menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sejumlah analis menilai masih ada catatan penting yang perlu dicermati. Survei SMRC: Terjadi tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Prabowo, angkanya wow! juga mengindikasikan bahwa meskipun secara umum publik masih memberikan apresiasi, terdapat penurunan tipis dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah untuk tidak berpuas diri.

Ketua Umum Relawan Barisan Pembaharuan 08 (BP-08), Syafrudin Budiman, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menegaskan bahwa angka kepuasan tersebut harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. “Yang paling penting, pemerintah jangan cepat berpuas diri. Angka kepuasan publik harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari pemerataan ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, pemberantasan korupsi sampai peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tengah ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, dan secara kumulatif semester I-2026 tumbuh 5,45 persen.

Baca juga:

Namun, di sisi lain, lembaga survei Vox Politica Research baru-baru ini merilis daftar tujuh menteri Kabinet Prabowo-Gibran yang kinerjanya paling disorot publik. Survei yang berlangsung 15-25 September 2026 dengan 1.200 responden dari 27 provinsi ini menggunakan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,9 persen. Direktur Eksekutif Vox Politica Research, Fadhly Alimin Hasyim, menjelaskan bahwa penilaian mencakup integritas, efektivitas program, ketepatan formulasi kebijakan, komunikasi publik, serta daya responsif terhadap aduan masyarakat.

Berdasarkan indikator Top of Mind (Negative Salience), urutan menteri yang kinerjanya paling dikeluhkan publik adalah:

  • Nusron Wahid: 41,5 persen
  • Raja Juli Antoni: 17 persen
  • Natalius Pigai: 13 persen
  • Agus Andrianto: 10 persen
  • Rini Widyantini: 7 persen
  • Widiyanti Putri Wardhana: 5,5 persen
  • Arifatul Choiri Fauzi: 4 persen
  • Tidak tahu/tidak menjawab: 2 persen

Alasan utama ketidakpuasan publik terhadap kinerja para menteri tersebut didominasi oleh kekhawatiran atas potensi korupsi, diikuti oleh lambannya respons terhadap aduan masyarakat, komunikasi publik yang kurang efektif, serta program yang dinilai tidak tepat sasaran. Mayoritas responden menginginkan tindakan tegas berupa pergantian posisi bagi menteri yang berkinerja buruk.

Menariknya, Survei SMRC: Terjadi tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Prabowo, angkanya wow! juga menemukan bahwa elektabilitas Prabowo mengalami penurunan dalam simulasi Pilpres. Meski demikian, angka kepuasan 79,3 persen masih tergolong tinggi. Syafrudin Budiman menambahkan bahwa hasil survei perlu dibaca secara objektif dan tidak semata-mata menjadi ukuran keberhasilan pemerintah. “Angka 79,3 persen ini menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat memberikan apresiasi terhadap arah pemerintahan Prabowo-Gibran. Tentu survei harus dibaca secara objektif, tetapi angka ini menunjukkan adanya tingkat penerimaan publik yang cukup tinggi,” ujarnya.

Dalam konteks inilah, Survei SMRC: Terjadi tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Prabowo, angkanya wow! menjadi cermin bahwa pemerintah harus terus memperbaiki diri. Penurunan tipis dalam kepuasan publik bisa menjadi sinyal bahwa ekspektasi masyarakat semakin tinggi. Pemerintah diminta segera menindaklanjuti temuan Vox Politica dengan mengevaluasi kinerja menteri, terutama yang paling banyak disorot. Langkah konkret seperti perombakan kabinet terbatas atau peningkatan koordinasi antar kementerian menjadi opsi yang mengemuka.

Ekonomi yang tumbuh positif memang menjadi modal penting, tetapi tantangan ke depan tidak ringan. Perang dagang, gejolak geopolitik, dan perubahan rantai pasok global masih membayangi. Pemerintah perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi inklusif dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik tetap terjaga. Survei SMRC: Terjadi tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Prabowo, angkanya wow! harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk tidak lengah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo masih tinggi, tren penurunan yang terdeteksi oleh Survei SMRC: Terjadi tren penurunan terhadap kepuasan kinerja Prabowo, angkanya wow! patut menjadi perhatian serius. Pemerintah tidak boleh terlena oleh angka 79,3 persen. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja menteri, percepatan program prioritas, dan komunikasi publik yang lebih baik menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. Relawan dan pendukung Prabowo-Gibran juga diminta terus mengawal pemerintahan agar tetap on the right track. Pada akhirnya, kepuasan publik bukanlah tujuan akhir, melainkan cerminan dari upaya nyata dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.