Sorot Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat terkait potensi kekeringan yang dapat terjadi di berbagai daerah di Indonesia hingga bulan Oktober 2026. Diketahui bahwa saat ini fenomena El Niño kategori kuat masih berlangsung, yang menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang kering dan berkepanjangan.

Menurut analisis terbaru, sebanyak 73,8 persen dari total 516 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Curah hujan yang rendah menjadi salah satu penyebab utama dari kondisi ini, di mana 80,77 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan dalam kategori rendah. Bahkan, 76,3 persen wilayah berada dalam kategori bawah normal, menandakan bahwa atmosfer saat ini jauh lebih kering dibandingkan dengan rata-rata iklim tahunan.

Baca juga:

Beberapa daerah yang berpotensi mengalami kekeringan hingga Oktober 2026 antara lain:

  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Sumatera bagian selatan
  • Kalimantan bagian selatan
  • Maluku Utara
  • Sebagian Sulawesi

Dengan adanya kondisi atmosfer yang kering ini, laporan terbaru mencatat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal Agustus 2026 di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Pemantauan satelit menunjukkan adanya sebaran asap yang cukup signifikan di daerah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Di tengah kondisi kemarau ini, BMKG juga mencatat bahwa beberapa wilayah seperti Aceh dan Sumatera Barat masih memiliki potensi untuk diguyur hujan lokal. Hujan lebat tercatat terjadi di beberapa daerah pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, berkat adanya gelombang Kelvin dan gelombang Rossby ekuatorial yang berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan dan kebakaran yang mungkin terjadi. Status siaga kekeringan dan bencana asap telah ditetapkan, dan masyarakat diharapkan untuk lebih hemat dalam penggunaan air serta berhati-hati dengan segala sumber api kecil yang dapat memicu kebakaran.

Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Penting untuk memahami bahwa meskipun beberapa daerah berpotensi diguyur hujan, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi kering yang ekstrem. Oleh karena itu, masyarakat harus mempersiapkan diri dan berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca ini.

Waspada, daerah-daerah ini berpotensi kekeringan hingga Oktober 2026, dan kesadaran serta tindakan preventif dari masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan iklim ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.