Sorot Indonesia – Pemadaman listrik bergilir PLN kembali menghantui masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, PLN Kalselteng memperbarui jadwal pemadaman yang berlangsung dari sore hingga dini hari. Dampak dari pemadaman ini dirasakan di berbagai lokasi, termasuk Masjid Jami Tuhfaturroghibin yang terletak di Banjarmasin.
Menurut informasi yang dirilis oleh PLN, pemadaman akan dilakukan dalam dua sesi, yaitu pertama dari pukul 16.00 WITA hingga 19.30 WITA dan kedua dari 19.00 WITA hingga 22.30 WITA. Wilayah yang terkena dampak termasuk Kuin Utara, Komplek PLTD, dan sejumlah area lainnya yang mencakup pelayanan publik dan fasilitas vital.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, sebelumnya menyatakan optimisme bahwa pemadaman listrik bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026, seiring dengan meningkatnya kapasitas pembangkit listrik di daerah tersebut. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemadaman masih berlangsung akibat gangguan pada beberapa unit pembangkit, termasuk di PLTU Asam-Asam yang belum sepenuhnya pulih.
Aksi protes juga muncul dari warga Palangka Raya, di mana ratusan massa mendatangi kantor PLN setempat menuntut penjelasan terkait janji penghapusan pemadaman yang belum terwujud. Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menuntut kepastian tentang kapan pemadaman listrik bergilir PLN akan berakhir dan meminta kompensasi atas kerugian yang dialami akibat pemadaman yang berkepanjangan.
Pihak PLN mengakui bahwa sistem kelistrikan di Kalsel dan Kalimantan Tengah masih dalam kondisi siaga. Gangguan pada PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) yang terjadi pada 6 Agustus menyebabkan kemampuan pasok listrik kembali menurun, sehingga pemadaman bergilir harus tetap diberlakukan. PLN berjanji untuk terus bekerja sama dengan mitra swasta dalam mempercepat pemulihan.
Di sisi lain, PLN juga berupaya memulihkan pasokan listrik di daerah lain seperti Pulau Bunaken, yang mengalami gangguan serupa. Satu unit mesin pembangkit di sana telah kembali beroperasi, namun pemadaman bergilir masih diperlukan hingga perbaikan mesin lainnya rampung.
Dalam menyikapi situasi ini, masyarakat diharapkan dapat bersabar dan mendukung upaya PLN dalam memperbaiki sistem kelistrikan. Dengan harapan bahwa pemadaman listrik bergilir PLN akan segera berakhir, langkah-langkah perbaikan sedang dilakukan dengan serius dan berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
