Sorot Indonesia – Penduduk di Pulau Taliabu, Maluku Utara, baru-baru ini dihebohkan dengan kemunculan ular piton sepanjang 7 meter yang nyaris masuk ke rumah warga. Ular yang berukuran raksasa ini ditemukan oleh seorang warga saat berjalan kaki pulang dari kebun, dan keberadaannya membuat masyarakat merasa was-was.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (13/7/2026) ketika seorang ibu rumah tangga bernama WH (48) pulang dari berkebun. Saat di jalan setapak, ia diserang oleh ular piton, yang diperkirakan panjangnya sekitar 6-7 meter. Ketika suami dan anaknya menyusul menggunakan sepeda motor, mereka menemukan WH sudah tergeletak di pinggir jalan dengan lengan kanannya masih dililit oleh ular tersebut.

Baca juga:

Kapolsek Kusambi, Iptu Rusman, menjelaskan bahwa saat ditemukan, lengan korban sudah sebagian masuk ke dalam mulut ular. Suami korban, yang melihat keadaan tersebut, langsung berusaha menyelamatkan istrinya dengan menebas ular itu menggunakan parang hingga mati. Meskipun ular piton berhasil dilumpuhkan, sayangnya nyawa WH tidak dapat diselamatkan.

Dalam beberapa hari terakhir, penampakan ular piton di daerah tersebut memang meningkat. Sebelumnya, warga di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, juga membunuh ular piton sepanjang 8 meter yang ditemukan di hutan. Ular tersebut diidentifikasi setelah seorang warga bernama Yunus dan rekannya mencarinya ketika mencari ayam hutan. Mereka sempat mengira bahwa ular itu adalah keranjang durian sebelum menyadari bahwa itu adalah reptil raksasa.

Yunus dan teman-temannya yang berpengalaman dalam menangkap ular kemudian kembali ke lokasi untuk menaklukkan ular tersebut. Mereka menemukan bahwa ular itu kesulitan bergerak karena perutnya yang besar, diduga setelah memangsa babi hutan. Dengan kerjasama, ular tersebut berhasil ditangkap dan dibunuh karena dianggap membahayakan warga di sekitar kebun.

Situasi ini mencerminkan meningkatnya interaksi antara manusia dan ular piton di daerah tersebut, yang dapat memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Ular piton sepanjang 7 meter kembali muncul di Taliabu, nyaris masuk rumah warga, menunjukkan bahwa habitat ular tersebut mungkin terganggu akibat aktivitas manusia.

Pejabat setempat diharapkan untuk meningkatkan upaya pemantauan dan penanganan terhadap hewan-hewan liar yang berpotensi membahayakan warga. Edukasi tentang cara menghadapi situasi serupa juga perlu disebarluaskan untuk mencegah kejadian yang lebih fatal di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.