Sorot Indonesia – Rusia tembak jatuh 84 drone Ukraina yang menuju Moskow, menandai eskalasi konflik antara kedua negara. Konflik ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Pada bulan Juni 2026, PBB mencatat bahwa bulan tersebut adalah bulan yang paling mematikan dalam konflik sejak April 2022.
Sementara itu, tercatat ada 13 orang dan 50 orang luka-luka pada Rabu (15/7) di seluruh Ukraina, sebagai korban dari serangan drone hingga rudal jelajah Rusia. Odesa, yang terletak di sebelah selatan Ukraina, langsung berbatasan dengan laut hitam, menjadi salah satu daerah yang paling terkena dampak.
Di Odesa, drone dan rudal Rusia menghantam pelabuhan dan infrastruktur sipil, menyebabkan 3 orang tewas dan 8 lainnya luka-luka. Sementara di Sumy, ada di timur laut, dan berbatasan langsung dengan Ukraina, tercatat 6 bom berpemandu, 3 orang tewas dan 17 lainnya luka-luka.
Rusia klaim telah menembak jatuh 146 drone Ukraina dalam 12 jam, termasuk 5 drone yang menargetkan Moskow. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengonfirmasi bahwa satuan pertahanan udara telah menembak jatuh total lima drone yang menargetkan Moskow pada Senin sore.
Rusia tembak jatuh 84 drone Ukraina yang menuju Moskow, menunjukkan bahwa konflik antara kedua negara masih berlangsung dengan intens. Rusia tembak jatuh 84 drone Ukraina yang menuju Moskow, menjadi bukti bahwa kedua negara masih terlibat dalam konflik yang berkepanjangan.
Konflik ini telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, dan Rusia tembak jatuh 84 drone Ukraina yang menuju Moskow, menandai bahwa konflik ini masih jauh dari penyelesaian. Rusia tembak jatuh 84 drone Ukraina yang menuju Moskow, menunjukkan bahwa kedua negara masih terlibat dalam konflik yang berkepanjangan dan berdarah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
