Sorot Indonesia – Kecelakaan lalu lintas maut kembali mencoreng jalan raya di Kalimantan Tengah. Peristiwa nahas yang diduga pengemudi mengantuk, polisi dan 2 mahasiswa tewas di Tjilik Riwut Km 18 [titlebase] terjadi pada Jumat dini hari (25/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah mobil minibus yang menabrak dua sepeda motor yang tengah melaju dari arah berlawanan. Akibatnya, tiga orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua lainnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palangka Raya.
Korban tewas terdiri dari seorang anggota kepolisian yang sedang dalam perjalanan menuju kantor, serta dua mahasiswa yang tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan organisasi. Identitas korban polisi adalah Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Andi Saputra (35), anggota Satreskrim Polresta Palangka Raya. Sementara dua mahasiswa yang tewas adalah Muhammad Rizky (21) dan Ahmad Fauzi (20), keduanya mahasiswa Universitas Palangka Raya. Peristiwa yang diduga pengemudi mengantuk, polisi dan 2 mahasiswa tewas di Tjilik Riwut Km 18 [titlebase] ini sontak membuat heboh warga sekitar yang langsung berbondong-bondong ke lokasi.
Berdasarkan olah TKP yang dilakukan Satlantas Polresta Palangka Raya, kronologi kecelakaan bermula ketika mobil Toyota Avanza bernomor polisi KH 1234 XY yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial RS (40) melaju dari arah Tangkiling menuju Palangka Raya. Diduga kuat, RS mengantuk karena kurang tidur setelah mengemudi jarak jauh. Saat melintasi jalan lurus di Km 18, mobil tiba-tiba oleng ke kanan dan masuk ke jalur lawan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang dikendarai Bripka Andi Saputra dan sepeda motor yang ditumpangi dua mahasiswa. Tabrakan pun tidak terhindarkan. Mobil menghantam kedua sepeda motor tersebut dengan keras hingga terpental ke pinggir jalan.
Kasatlantas Polresta Palangka Raya, AKP Rudi Hartono, mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan pengemudi mobil untuk dimintai keterangan. “Kami masih mendalami kasus ini. Pengemudi mengaku mengantuk dan tidak konsentrasi. Namun, kami tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine untuk memastikan tidak ada pengaruh alkohol atau narkoba,” ujar Rudi saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa kondisi jalan di Tjilik Riwut Km 18 memang cukup gelap karena minim penerangan jalan, sehingga rawan kecelakaan.
Insiden yang diduga pengemudi mengantuk, polisi dan 2 mahasiswa tewas di Tjilik Riwut Km 18 [titlebase] ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Andi Heru, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kami akan memberikan santunan kepada keluarga korban dan memastikan proses hukum berjalan adil,” tegasnya. Ia juga mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu berhati-hati dan tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk.
Dari data yang dihimpun, kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km 18 bukan yang pertama kali terjadi. Selama tahun 2026, sudah tercatat lima kecelakaan serupa dengan korban jiwa. Faktor utama penyebabnya adalah kelalaian manusia, terutama mengantuk dan kecepatan tinggi. Pihak Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah berencana memasang rambu peringatan dan lampu penerangan di titik rawan kecelakaan tersebut.
Kronologi kejadian yang diduga pengemudi mengantuk, polisi dan 2 mahasiswa tewas di Tjilik Riwut Km 18 [titlebase] ini juga menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Berikut adalah rangkaian peristiwa yang berhasil dihimpun:
- Pukul 04.00 WIB: Mobil Avanza melaju dari arah Tangkiling menuju Palangka Raya.
- Pukul 04.30 WIB: Mobil oleng ke kanan dan masuk jalur lawan di Km 18.
- Pukul 04.31 WIB: Terjadi tabrakan dengan dua sepeda motor.
- Pukul 04.45 WIB: Petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengevakuasi korban.
- Pukul 05.30 WIB: Korban luka dilarikan ke RSUD Palangka Raya.
Dua korban luka, yakni seorang pengendara sepeda motor lain berinisial Y (25) dan seorang penumpang, saat ini masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, jenazah ketiga korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Keluarga Bripka Andi Saputra menyatakan bahwa almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Palangka Raya, sedangkan kedua mahasiswa akan dimakamkan di kampung halaman mereka di Kabupaten Katingan.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Banyak warganet yang mengutuk kelalaian pengemudi dan meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. “Jangan hanya karena mengantuk, nyawa orang lain melayang. Hukum harus tegas!” tulis seorang warganet di kolom komentar. Pihak kepolisian pun berjanji akan menindak tegas pelaku sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Sebagai penutup, peristiwa yang diduga pengemudi mengantuk, polisi dan 2 mahasiswa tewas di Tjilik Riwut Km 18 [titlebase] ini hendaknya menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Mengantuk saat mengemudi adalah salah satu penyebab utama kecelakaan fatal. Jika merasa lelah, segeralah beristirahat di tempat yang aman. Jangan pernah menganggap remeh rasa kantuk, karena nyawa taruhannya. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengemudi, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
