Sorot Indonesia – Lebih dari dua dekade setelah tragedi 9/11, gaung peristiwa yang mengguncang dunia itu masih terasa dalam berbagai aspek kehidupan. Dari ruang publik figur hingga pelosok kota kecil, semangat untuk mengenang dan melayani terus hidup. Aktor dan komedian Pete Davidson, yang kehilangan ayahnya dalam serangan 9/11, baru-baru ini mengungkapkan bahwa menjadi seorang ayah telah mengubah cara pandangnya terhadap kehilangan tersebut. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Davidson mengaku tahun ini terasa jauh lebih berat karena ia kini berada di usia yang sama dengan ayahnya saat meninggal, yakni 33 tahun.

“Jujur, tahun ini jauh lebih sulit daripada tahun-tahun sebelumnya karena saya memiliki Scottie, dan sekarang saya berada di usia yang sama dengan ayah saya ketika dia meninggal,” ujar Davidson. Ayahnya, Scott Davidson, adalah seorang pemadam kebakaran yang gugur saat mengevakuasi korban di Menara Kembar pada 11 September 2001. Saat itu, Pete baru berusia tujuh tahun. “Saya dulu berpikir, ‘Oh, dia sudah tua. Dia berusia 33 tahun.’ Tapi sekarang saya di titik itu dan saya punya anak, dan itu berarti anak saya tidak akan memiliki ayahnya,” tambahnya. Davidson dan mantan pasangannya, model Elsie Hewitt, sepakat menamai putri mereka Scottie sebagai penghormatan kepada mendiang ayahnya.

Baca juga:

Sementara itu, di Morgantown, Virginia Barat, semangat pelayanan untuk memperingati 9/11 diwujudkan oleh para siswa Trinity Christian School. Pada Senin pagi, lebih dari 30.000 makanan dikemas dalam sebuah acara 9/11 Day of Service yang digelar di aula sekolah. Acara ini dimungkinkan berkat hibah lebih dari $11.000 dari organisasi nirlaba 9/11 Day, dengan dukungan dari AmeriCorps. Superintendent Charlie Atwood menjelaskan bahwa 9/11 Day memberikan hibah kepada sekolah-sekolah untuk proyek layanan masyarakat, dan tahun ini menyalurkan lebih dari $2 juta. “Mereka menyukainya. Kami melakukannya tahun lalu dan anak-anak sangat antusias. Banyak komentar dari orang tua dan kakek-nenek tentang betapa hebatnya terlibat dalam kegiatan seperti ini,” ujar Atwood. Para siswa dari taman kanak-kanak hingga kelas 12 berpartisipasi, dengan kakak kelas membimbing adik kelas. Mereka mengemas bahan makanan seperti apel kering, oatmeal, gula, dan campuran kayu manis, lalu menimbang setiap kantong untuk memastikan beratnya antara 7 hingga 7,2 ons. Setiap kantong berisi enam hingga tujuh porsi.

Di Jefferson County, Pennsylvania, sebuah perusahaan manufaktur lokal, Apex Geotech Solutions, telah meresmikan monumen peringatan 9/11 di luar fasilitas mereka. Monumen ini menampilkan dua pelat baja dari World Trade Center, lengkap dengan plakat kuningan untuk menghormati para korban. Perusahaan memperoleh baja tersebut setelah mengirimkan truk-truk peralatan pengeboran untuk membantu upaya pemulihan di Ground Zero. “Memiliki monumen ini di tempat kami bekerja setiap hari, yang bergerak di bidang infrastruktur, sungguh luar biasa. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai komunitas dan bangsa untuk terus mendukung tragedi dan dampak yang masih dirasakan orang-orang hingga hari ini,” kata manajer pabrik Brandon Henry. Monumen ini terbuka untuk umum.

Peringatan 9/11 juga berdampak pada pasar keuangan. Analisis harian menunjukkan bahwa sejak 9/11, pasar beralih ke mode defensif. Indeks PCR (Put-Call Ratio) untuk kontrak berjalan melonjak dari 1,67 menjadi 2,41, sementara PCR kontrak berikutnya naik dari 2,55 menjadi 3,22. Rasio short selling juga meningkat menjadi 44,9%. Meskipun ada sedikit perbaikan pada 25 September, pasar kembali ke sikap hati-hati pada 28 September. Perubahan ini menunjukkan bahwa para pelaku pasar kini lebih mengutamakan perlindungan daripada mengejar keuntungan, sebuah pola yang bertahan sebagai bentuk kewaspadaan pasca-9/11.

Dari kisah pribadi Pete Davidson, aksi sosial para siswa, monumen baja di Pennsylvania, hingga dinamika pasar, semuanya mencerminkan bagaimana 9/11 telah membentuk lanskap emosional, sosial, dan ekonomi. Peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita merespons dengan ketangguhan, empati, dan semangat pelayanan. Warisan 9/11 hidup dalam setiap tindakan kebaikan dan refleksi yang kita lakukan, memastikan bahwa mereka yang telah pergi tidak pernah terlupakan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.