Sorot Indonesia – Pagi ini, Roy Suryo angkat kaki dari RS, teriak Allahu Akbar saat digiring masuk mobil tahanan. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini terlihat keluar dari Gedung Rawat Inap Anton Soedjarwo, RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (22/6/2026). Kehadirannya di luar rumah sakit disambut meriah oleh para pendukungnya yang telah menunggu sejak pagi.
Para pendukungnya, yang berasal dari berbagai kalangan, tidak dapat menahan haru saat melihat Roy Suryo didampingi oleh aparat kepolisian. Mereka meneriakkan dukungan, dengan suara lantang mengumandangkan takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” diiringi dengan semangat yang membara. Momen ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa banyaknya simpatisan yang mendukung Roy di tengah kasus hukum yang dihadapinya.
Roy Suryo dan rekannya, Dokter Tifa, dihadapkan pada tuduhan pencemaran nama baik terkait ijazah palsu yang melibatkan Presiden Joko Widodo. Keduanya resmi menjalani proses pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Saat keduanya keluar dari RS, Roy sempat menolak untuk mengenakan rompi tahanan oranye yang disodorkan oleh petugas. Ia memilih untuk tetap mengenakan kemeja batik hitam, meski pada akhirnya ia terlihat mengenakan rompi tahanan saat tiba di Kejaksaan.
Dalam perjalanan menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Roy Suryo kembali menunjukkan sikap optimis. Ia meneriakkan semangat kepada para pendukungnya, berbunyi “Semangat Mas Roy dan Dokter Tifa!” sebelum akhirnya digiring masuk ke mobil tahanan. Meskipun dalam situasi yang sulit, Roy tampak tenang dan berani dalam menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan bahwa suasana di luar RS Polri Kramat Jati dipenuhi oleh sorak-sorai pendukung yang terus memberikan dukungan kepada Roy Suryo dan Dokter Tifa. Momen ini menjadi sangat emosional bagi para pendukungnya, yang meyakini bahwa keduanya tidak bersalah dalam kasus yang sedang dihadapi.
Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menyatakan bahwa penggunaan rompi tahanan tidaklah wajib sesuai dengan SOP, menegaskan bahwa kliennya berhak untuk menolak mengenakannya. Namun, pada akhirnya, Roy Suryo mengikuti prosedur yang ada saat tiba di Kejaksaan.
Seluruh proses pelimpahan ini berlangsung di tengah perhatian media yang sangat besar, menunjukkan bahwa kasus ini telah menjadi salah satu berita terhangat di dalam negeri. Dengan banyaknya simpatisan yang hadir, jelas bahwa Roy Suryo masih memiliki dukungan kuat dari masyarakat, meskipun harus berhadapan dengan tuduhan serius.
Dengan segala dinamika yang terjadi, perjalanan hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa masih panjang. Masyarakat akan terus memantau perkembangan kasus ini, sembari berharap keadilan akan ditegakkan. Roy Suryo angkat kaki dari RS, teriak Allahu Akbar saat digiring masuk mobil tahanan pagi ini menjadi tanda bahwa ia akan terus berjuang meskipun situasi yang dihadapinya tidak mudah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
