Sorot Indonesia – World Cup menjadi sorotan utama saat dua raksasa sepak bola wanita Afrika, Afrika Selatan dan Nigeria, bersiap untuk bertarung dalam laga yang sangat menentukan. Pertandingan ini digelar pada malam Kamis di Stadion Moulay Rachid, di mana kedua tim berjuang untuk meraih satu tempat menuju Piala Dunia Wanita FIFA 2027. Keduanya merupakan satu-satunya negara aktif yang pernah mengangkat trofi Piala Afrika Wanita (WAFCON) dan kini menghadapi tantangan besar setelah tersisih di perempat final WAFCON 2026 yang berlangsung di Maroko.
Nigeria, yang memiliki rekam jejak mengesankan dengan 10 gelar WAFCON, berambisi untuk melanjutkan tradisi mereka di panggung dunia. Sementara itu, Afrika Selatan, yang dikenal dengan julukan Banyana Banyana, ingin memastikan penampilan ketiga mereka berturut-turut di Piala Dunia. Pelatih Banyana Banyana, Desiree Ellis, menekankan bahwa kekalahan sebelumnya akan menjadi motivasi tambahan untuk meraih hasil positif dalam pertandingan ini. “Kami harus mengeksekusi rencana kami dengan baik dan memastikan kami menang,” ujarnya.
Namun, di balik gemuruh pertandingan ini, ada dampak lain dari World Cup yang tidak dapat diabaikan. Meskipun turnamen ini diharapkan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata di Amerika Serikat, laporan terbaru menunjukkan bahwa kunjungan internasional ke AS justru mengalami penurunan. Data dari Kantor Nasional Perjalanan dan Pariwisata menunjukkan bahwa jumlah pengunjung internasional turun 3% pada bulan Juli dibandingkan tahun lalu. Ini menandakan bahwa meskipun World Cup menarik perhatian global, dampaknya terhadap pariwisata tidak sesuai harapan.
FIFA sebelumnya memperkirakan bahwa turnamen ini akan memberikan dampak ekonomi sebesar $30,5 miliar bagi AS, tetapi kenyataannya, banyak hotel di kota tuan rumah mengalami peningkatan tarif kamar yang tidak diimbangi dengan tingkat hunian yang tinggi. “Data menunjukkan bahwa ini lebih merupakan acara penyesuaian tarif daripada acara dengan tingkat hunian yang penuh,” ungkap Jan Freitag, seorang analis di CoStar. Dengan banyaknya kamar yang dipesan oleh akun korporat dengan anggaran besar, harapan akan lonjakan wisatawan internasional tampaknya tidak terwujud.
Dengan semua perhatian tertuju pada pertandingan Afrika Selatan melawan Nigeria, dunia sepak bola berharap untuk melihat bagaimana kedua tim akan berjuang menghadapi tantangan ini. Sementara itu, sektor pariwisata di AS harus mencari cara baru untuk menarik pengunjung, meskipun ada harapan tinggi yang diciptakan oleh event-event besar seperti World Cup.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
