Sorot Indonesia – Pengabdian Masyarakat FSRD UNS Perkuat Identitas Visual Cagar Budaya Masjid Agung Surakarta merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mempromosikan cagar budaya berbasis teknologi digital. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (FSRD UNS) melalui Workshop Penguatan Identitas Visual Cagar Budaya melalui Desain Media Sosial untuk Promosi Wisata Religi Masjid Agung Surakarta.
Pengabdian Masyarakat FSRD UNS Perkuat Identitas Visual Cagar Budaya Masjid Agung Surakarta ini juga disambut baik oleh Ketua Pengurus Masjid Agung Surakarta, KH. Muhammad Muhtarom, M.S.I., M.Pd.I. Beliau berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pengelola cagar budaya dapat terus berlanjut. Masjid Agung Surakarta tidak hanya memiliki fungsi keagamaan, tetapi juga menyimpan nilai historis, budaya, politik, dan ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai aset wisata budaya daerah.
Workshop ini menghadirkan narasumber Binta Refa Azkiya, S.Ds., yang memaparkan konsep identitas visual, strategi branding, pengelolaan konten media sosial, serta pengembangan brand guideline untuk mendukung promosi yang konsisten. Peserta juga mengikuti sesi praktik untuk mengidentifikasi elemen-elemen visual khas Masjid Agung Surakarta, seperti arsitektur bangunan, menara, gapura, tradisi keagamaan, serta unsur budaya lokal yang dapat diangkat sebagai identitas promosi.
Pengabdian Masyarakat FSRD UNS Perkuat Identitas Visual Cagar Budaya Masjid Agung Surakarta ini diharapkan dapat tercipta strategi promosi digital yang mampu menjaga keaslian nilai sejarah sekaligus meningkatkan eksistensi Masjid Agung Surakarta sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi contoh nyata dari Pengabdian Masyarakat FSRD UNS Perkuat Identitas Visual Cagar Budaya Masjid Agung Surakarta yang efektif dan berkelanjutan.
Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat FSRD UNS Perkuat Identitas Visual Cagar Budaya Masjid Agung Surakarta ini adalah bahwa penguatan identitas visual cagar budaya melalui desain media sosial dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk melestarikan dan mempromosikan cagar budaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kerja sama yang erat antara perguruan tinggi, pengelola cagar budaya, dan masyarakat untuk mengembangkan strategi promosi digital yang konsisten dan berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
