Sorot Indonesia – Massa aksi yang digelar Jaringan Intelektual Hukum Nasional di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, berujung ricuh, pada Rabu (22/7/2026). Pantauan Kompas.com, massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian setelah mencoba membakar ban dan memblokade jalan di depan kompleks Kejagung. Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.
Awalnya, massa membakar ban di depan gerbang Kejagung. Baca juga: Daftar 5 Pejabat Kejagung yang Baru Ditunjuk Prabowo, Siapa Saja?
Aparat kepolisian yang berjaga langsung memadamkan api dan mengamankan sejumlah atribut aksi, termasuk spanduk yang hendak dibakar. Situasi kemudian memanas ketika massa berusaha mempertahankan perangkat aksi mereka. Saling dorong antara demonstran dan aparat pun tak terhindarkan.
Di tengah kericuhan, sejumlah peserta aksi juga terlihat melemparkan botol ke arah petugas. Namun, tidak ada laporan yang jelas tentang kerusakan atau korban jiwa.
Massa aksi di Grahadi bubar seusai ruas jalan dibuka kembali, tetapi keamanan tetap dipantau.
Daftar 5 Pejabat Kejagung yang Baru Ditunjuk Prabowo, Siapa Saja?
Prabowo, Siapa Saja?
Jaringan Intelektual Hukum Nasional, yang merupakan organisasi yang menuntut keadilan dan kebenaran, telah memobilisasi massa untuk mengadakan aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung. Mereka bertujuan untuk menuntut keadilan kepada pemerintah dan kejaksaan.
Massa aksi di Grahadi bubar seusai ruas jalan dibuka kembali, tetapi keamanan tetap dipantau.
Daftar 5 Pejabat Kejagung yang Baru Ditunjuk Prabowo, Siapa Saja?
Prabowo, Siapa Saja?
Jaringan Intelektual Hukum Nasional, yang merupakan organisasi yang menuntut keadilan dan kebenaran, telah memobilisasi massa untuk mengadakan aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung. Mereka bertujuan untuk menuntut keadilan kepada pemerintah dan kejaksaan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
