Sorot Indonesia – Info gempa terkini kembali menyita perhatian publik setelah sejumlah wilayah di Indonesia dilanda aktivitas seismik dalam dua hari terakhir. Gempa dangkal berkekuatan Magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (1/10/2026) sore WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa itu terjadi pukul 17.12 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 86 kilometer barat daya Pangandaran.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 8,09 Lintang Selatan dan 107,82 Bujur Timur, dengan kedalaman 24 kilometer. “Info Gempa Mag:3.5, 1-Okt-26 17:12:12 WIB, Lok: 8.09 LS – 107.82 BT (86 km Barat Daya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn: 24 km,” tulis BMKG dalam rilis resminya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat guncangan tersebut.
BMKG menegaskan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan penyampaian. Karena itu, hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring bertambahnya kelengkapan data. “Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Sementara itu, di wilayah timur Indonesia, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa susulan pada Kamis (1/10/2026) pagi. Gempa berkekuatan Magnitudo 3,1 terjadi pukul 07.43.06 WIB dengan episenter di laut, sekitar 31 kilometer arah barat Kabupaten Kupang, pada kedalaman 6 kilometer. BMKG mencatat gempa ini sebagai gempa dirasakan dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Info Gempa dirasakan Mag:3.1, 01-Okt-26 07:43:06 WIB, Lok:10.04 LS, 123.61 BT (Pusat gempa berada di Laut 31 km Barat Kab. Kupang), Kedalaman:6 km,” demikian pernyataan BMKG. Gempa susulan ini merupakan rangkaian dari peristiwa sebelumnya yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) pukul 17.58.51 WIB.
Pada hari yang sama, gempa tektonik dengan magnitudo 4,7 juga mengguncang Kabupaten Kupang. BMKG melaporkan episenter gempa berada di darat, 26 kilometer barat Kabupaten Kupang, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dirasakan di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan skala MMI IV, yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan bergoyang, dan jendela kaca bergetar, namun tidak menimbulkan kerusakan.
“Pusat gempa berada di laut 26 km Barat Kabupaten Kupang dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat,” tulis BMKG. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Di wilayah lain, Ruteng, Manggarai, NTT, juga tercatat mengalami gempa bumi bermagnitudo 3,0 pada Rabu (30/9/2026) pukul 15.11.44 WIB. Pusat gempa berada di 94 kilometer utara Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 19 kilometer. “Info Gempa Mag:3.0, 30-Sep-26 15:11:44 WIB, Lok: 7.77 LS – 120.45 BT (94 km Utara RUTENG-MANGGARAI-NTT), Kedlmn: 19 km,” tulis BMKG.
BMKG mencatat dalam sepekan terakhir terjadi 14 kali aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dengan variasi magnitudo dan kedalaman. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia.
Dengan demikian, rangkaian info gempa yang terjadi dalam dua hari terakhir menunjukkan bahwa wilayah Indonesia, khususnya pesisir selatan Jawa dan Nusa Tenggara Timur, masih aktif secara seismik. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan gempa, serta memahami langkah mitigasi bencana. Informasi resmi dari BMKG menjadi acuan utama untuk menghindari hoaks dan kepanikan yang tidak perlu.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
