Sorot Indonesia – Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah digelar tertutup, ini yang terjadi di dalam ruangan [titlebase] pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Proses ini bertujuan untuk menyelesaikan sengketa hak asuh anak antara keduanya, namun berakhir tanpa kesepakatan. Ketegangan terlihat di dalam ruangan mediasi, di mana masing-masing pihak tetap pada pendirian mereka.

Usai mediasi, beredar kabar bahwa Sarwendah sempat emosi dan berteriak di ruang sidang. Namun, Sarwendah dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Dalam penjelasannya melalui Instagram, ia mengungkapkan bahwa reaksinya adalah respon terhadap pernyataan pihak Ruben yang dianggap tidak sesuai fakta, terutama mengenai anak-anak mereka.

Baca juga:

“Terkait jalannya Mediasi dan dinamika di dalam ruang Mediasi: Pernyataan Kuasa Hukum penggugat dan pemberitaan bahwa saya marah-marah, menunjuk, hingga berdiri adalah tidak benar,” tulis Sarwendah. Ia menegaskan bahwa situasi yang sebenarnya tidak mencerminkan apa yang diberitakan.

Pihak Ruben Onsu, yang diwakili kuasa hukumnya, Minola Sebayang, juga memberikan keterangan. Ia menjelaskan bahwa mediasi tersebut gagal karena masing-masing pihak tidak mau mengalah. “Mediasi gagal karena para prinsipal ini tetap (bersikeras) dengan apa yang mereka inginkan,” ungkapnya. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah adanya syarat baru yang diajukan oleh Sarwendah mengenai pertemuan Ruben dengan anak-anak mereka.

Selama mediasi, Ruben Onsu tampak tenang, namun berusaha untuk mencari solusi. Sebelum memasuki ruang sidang, ia mengungkapkan harapannya untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan anak-anaknya, namun enggan membahas syarat-syarat baru yang diajukan Sarwendah. “Nanti saja deh. Ini kan baru mediasi. Nanti kita lihat dulu,” ujarnya.

Ketegangan di dalam ruangan mediasi tidak hanya melibatkan Sarwendah, tetapi juga terjadi interaksi yang kurang harmonis antara tim pengacara dari kedua belah pihak. Sarwendah mengaku bahwa salah satu anggota tim pengacara Ruben membentaknya dengan nada tinggi, yang menambah ketegangan suasana. Hal ini menunjukkan bahwa proses mediasi yang seharusnya menjadi jalan untuk mencapai kesepakatan justru berujung pada konflik.

Dengan kegagalan mediasi ini, perkara hak asuh anak akan dilanjutkan ke tahap persidangan. Baik Ruben Onsu maupun Sarwendah kini harus bersiap untuk menghadapi proses hukum yang lebih panjang, yang tentunya akan melibatkan banyak pertimbangan mengenai kesejahteraan anak-anak mereka.

Di tengah situasi ini, Ruben Onsu baru saja merayakan ulang tahun ke-43 dan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Ia berharap agar proses ini tidak mengganggu hubungan dengan anak-anaknya dan bisa menemukan resolusi yang terbaik untuk mereka. Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah yang digelar tertutup, ini yang terjadi di dalam ruangan [titlebase] menjadi sorotan publik, dan banyak yang berharap kedua belah pihak dapat menemukan jalan tengah demi kepentingan anak-anak.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.