Sorot Indonesia – Kasus penculikan Jesslyn Wijaya dihentikan, kisah cintanya dengan Evan akhirnya kandas, batal nikah. Keputusan ini diambil setelah Jesslyn memberikan keterangan kepada pihak berwajib bahwa kepergiannya ke Bangkok, Thailand, adalah atas kemauannya sendiri. Hal ini menjadi titik balik bagi Evan, yang merasa kecewa karena berharap Jesslyn dapat mengungkapkan kebenaran terkait keberangkatannya bersama ibunya dan keluarga.

Kuasa hukum Evan, Andi Darti, mengatakan bahwa kliennya telah memilih untuk mengikhlaskan Jesslyn dan tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. “Dengan pernyataan itu, Evan menyadari bahwa Jesslyn lebih memilih untuk membela keinginan keluarganya dan tidak mau mengungkapkan fakta-fakta yang sesungguhnya, termasuk dugaan perampasan kemerdekaan,” ungkap Andi saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga:

Andi juga menekankan bahwa Evan merasa hubungan mereka tidak lagi memiliki harapan untuk dilanjutkan. “Kalau memang Jesslyn membela ibunya, ya berarti Evan harus ikhlas. Dari awal, kami sudah berkomitmen seperti itu, jadi ya sudah, memang tidak akan ada pernikahan lagi,” tambahnya.

Polemik yang melibatkan Jesslyn bermula dari laporan dugaan penculikan yang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Setelah dua pekan melakukan penyelidikan, polisi tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa Jesslyn telah memberikan keterangan bahwa keberangkatannya ke luar negeri adalah keputusan pribadi dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

“Iya, kami sudah menghentikan penyelidikan. Jesslyn dalam keadaan baik dan pergi ke luar negeri tanpa tekanan,” ujar Roby. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Jesslyn sendiri, dan tidak menemukan unsur tindak pidana dalam laporan yang diajukan.

Kasus penculikan Jesslyn Wijaya dihentikan, kisah cintanya dengan Evan akhirnya kandas, batal nikah, juga menarik perhatian Komnas Perempuan. Wakil Kepala Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menelaah laporan yang diterima terkait perlakuan keluarganya. Sebelumnya, Evan menceritakan bahwa Jesslyn pernah melaporkan keluarganya ke Komnas Perempuan pada Oktober 2025, yang didasari oleh tekanan dan pengekangan yang dialaminya.

“Selama lebih dari enam bulan, Jesslyn tidak dapat berkomunikasi dengan saya maupun teman-temannya. Handphone dan laptopnya dirampas oleh ibunya, sehingga dia tidak memiliki alat komunikasi apapun,” jelas Evan saat memberikan keterangan di Kantor Komnas Perempuan.

Dengan dihentikannya kasus ini, kisah cinta Evan dan Jesslyn yang sebelumnya dipenuhi harapan kini harus berakhir pahit. Rencana pernikahan yang telah disiapkan dengan matang terpaksa dibatalkan, meninggalkan luka mendalam bagi keduanya. Kasus penculikan Jesslyn Wijaya dihentikan, kisah cintanya dengan Evan akhirnya kandas, batal nikah, menjadi pengingat akan kompleksitas hubungan yang dipengaruhi oleh dinamika keluarga.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.