Sorot IndonesiaLe Mans: Team WRT 32 mengalami penurunan posisi yang signifikan setelah menerima penalti Slow Zone WRT 32 merosot ke P7 dalam ajang 24 Hours of Le Mans. Tim yang sebelumnya optimis menatap podium kini harus puas di posisi ketujuh setelah menghadapi berbagai tantangan di Circuit de la Sarthe pada tanggal 13 hingga 14 Juni.

Sejak awal balapan, WRT 32 menunjukkan performa yang menjanjikan. Dengan Augusto Farfus sebagai pebalap awal, tim ini berhasil mempertahankan posisi podium. Ketika kendali balapan diserahkan kepada Darren Leung, mereka tetap berada di posisi ketiga. Leung, yang awalnya direncanakan untuk melakukan dua stint, akhirnya menjalankan lima stint berkat konsistensinya.

Baca juga:

“Rencana A1 adalah saya double stint, lalu A2 empat stint, dan tim melihat ada peluang untuk menjalankan stint kelima dan itulah yang kami lakukan,” ungkap Leung mengenai perubahan strategi yang diambil tim.

Namun, nasib WRT 32 mulai berubah ketika insiden yang melibatkan Francesco Castelacci dari AF Corse 54 memaksa Safety Car (SC) masuk ke trek. Hal ini tidak menguntungkan bagi WRT 32, karena posisi Leung terjun dari P10 menjadi P16 setelah prosedur SC selesai. Penantian di pintu keluar pit menjadi momen krusial yang merugikan tim.

Setelah balapan berjalan lebih dari sepuluh jam, Sean Gelael akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengemudi, menggantikan Leung pada pukul 2:20 dini hari waktu setempat. Dengan sisa waktu yang cukup, Sean dan Farfus diharapkan dapat meningkatkan posisi mereka dari P16.

Secara bertahap, performa mereka mulai membaik. Ketika mereka berhasil menembus P10, kesempatan lain muncul ketika pebalap Turki, Ayhancan Guven, mengalami kecelakaan yang kembali memicu masuknya Safety Car. Berbeda dengan situasi sebelumnya, kali ini keberadaan SC memberikan keberuntungan bagi WRT 32 dan mereka berhasil naik ke posisi ketiga.

Namun, kebahagiaan itu hanya sementara. Dalam salah satu momen penting, WRT 32 terkena penalti Slow Zone WRT 32 merosot ke P7 akibat pelanggaran dalam prosesi Slow Zone. Hal ini mengakibatkan mereka harus turun lagi ke posisi ketujuh, yang menjadi posisi akhir mereka dalam balapan yang melelahkan ini.

Tim TF Sport 33 dengan mobil Corvette tampil sebagai pemenang di kelas LMGT3, sementara di kelas utama Hypercar, Toyota berhasil mematahkan dominasi Ferrari. Kelas LMP2 dimenangkan oleh tim Inter Europol Competition 43. Putaran empat FIA World Endurance Championship dijadwalkan berlangsung di Brasil pada 12 Juli 2026 dalam format 6 Hours of Sao Paulo.

Dengan hasil ini, WRT 32 menyadari bahwa balapan ketahanan seperti Le Mans memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir. Keberuntungan, strategi, dan konsistensi menjadi kunci dalam lomba yang berlangsung selama 24 jam ini. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, tim tetap bertekad untuk memperbaiki performa mereka di putaran selanjutnya.