Sorot Indonesia – Gelombang harga BBM nonsubsidi bakal turun awal Juli 2026, menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pemerintah masih menghitung harga keekonomian BBM nonsubsidi jenis Pertamax di tengah naik dan turunnya harga minyak mentah dunia imbas gejolak geopolitik. "Jadi nanti akan dihitung biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot di Jakarta, Rabu (29/7/2026). Kementerian ESDM menghitung rata-rata dari harga minyak dunia. Apabila menunjukkan penurunan dibandingkan periode-periode sebelumnya, Yuliot membuka kemungkinan Pertamina akan menurunkan harga Pertamax. "Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," kata Yuliot. Penyesuaian harga BBM biasanya akan diumumkan setiap tanggal 1. Hal ini juga berlaku untuk harga BBM pada Agustus 2026. Sementara itu, pemerintah menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Hal ini dipastikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. "Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang," kata Bahlil di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, harga minyak dunia kembali turun setelah sebelumnya sempat naik menembus level USD100 per barel. Tercatat, harga minyak mentah Brent di level USD83,86 per barel dan minyak mentah WTI menjadi USD80,73 per barel. Dengan demikian, pemerintah berharap harga BBM nonsubsidi dapat turun awal Juli 2026. Namun, hal ini masih perlu dipantau dan diverifikasi sebelum dapat dipastikan.

Baca juga:

Mengenai penyesuaian harga BBM pada Agustus 2026, Kementerian ESDM masih menghitung rata-rata harga minyak dunia. Apabila menunjukkan penurunan dibandingkan periode-periode sebelumnya, pemerintah berharap harga BBM nonsubsidi dapat turun. Namun, hal ini masih perlu dipantau dan diverifikasi sebelum dapat dipastikan.

Pemerintah menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Hal ini dipastikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. "Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang," kata Bahlil di Istana, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Gelombang harga BBM nonsubsidi bakal turun awal Juli 2026, menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pemerintah masih menghitung harga keekonomian BBM nonsubsidi jenis Pertamax di tengah naik dan turunnya harga minyak mentah dunia imbas gejolak geopolitik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.