Sorot Indonesia – Pramono minta sopir truk molen yang tabrak JPO di Jaktim ditindak tegas usai diduga main HP.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta penindakan tegas terhadap pengemudi truk yang lalai hingga merusak fasilitas umum.
Insiden robohnya JPO Tendean mengungkap pentingnya batas tinggi minimal 4,2 meter dan pemasangan signage yang memadai untuk mencegah kecelakaan truk.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan meminta ganti rugi ke perusahaan truk yang menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean nomor 85, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan hingga roboh.
Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, mengatakan bahwa permintaan ganti rugi akan diajukan meski proses hukum atas insiden tersebut masih ditangani oleh kepolisian.
Saat ini, Pemprov DKI masih mencari sumber pendanaan untuk merealisasikan pembangunan JPO Tendean kembali.
Pramono memastikan JPO Tendean akan dibangun kembali karena merupakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Sepanjang jalan, Pramono meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar penyeberangan sementara dapat menggunakan zebra cross.
Pembangunan JPO baru akan dilakukan melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari APBD, creative financing, CSR hingga naming rights.
Pramono juga meminta penindakan tegas terhadap pengemudi truk yang lalai hingga merusak fasilitas umum.
JPO Tendean merupakan fasilitas yang sangat strategis dan tidak bisa ditunda pembangunannya.
Insiden robohnya JPO Tendean mengungkap pentingnya batas tinggi minimal 4,2 meter dan pemasangan signage yang memadai untuk mencegah kecelakaan truk.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
