Sorot Indonesia – Rupiah tembus Rp18.000, Airlangga pastikan fundamental ekonomi kuat [titlebase]. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bertahan di atas level Rp 18.000 per dolar AS dalam sepekan terakhir. Fluktuasi rupiah terjadi seiring kembali memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah sempat terjadi “perdamaian semu”.
Rupiah kembali menembus level Rp 18.000 pada Rabu (8/7/2026), tepatnya di posisi Rp 18.005 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi di tengah serangan militer AS terhadap Iran sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang AS yang melintasi Selat Hormuz.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai fundamental ekonomi Indonesia masih tetap kuat meski nilai tukar rupiah kembali menyentuh level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca perdagangan, hingga sektor perbankan masih menjadi penopang ketahanan ekonomi domestik.
“Kalau kita lihat, pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di 5,61 persen. Kemudian, neraca perdagangan secara year to date juga masih positif,” ujar Airlangga. Menurut dia, defisit neraca perdagangan yang terjadi dalam satu bulan terakhir terutama dipicu oleh kenaikan nilai impor bahan bakar minyak (BBM).
Rupiah tembus Rp18.000, Airlangga pastikan fundamental ekonomi kuat [titlebase]. Airlangga juga menegaskan tingkat inflasi masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen. Untuk menjaga daya saing industri, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah insentif, di antaranya pembebasan bea masuk impor bahan baku plastik bagi industri kimia melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Rupiah tembus Rp18.000, Airlangga pastikan fundamental ekonomi kuat [titlebase]. Pemerintah akan memberikan fasilitas bea masuk nol persen untuk impor liquefied petroleum gas (LPG) sebagai bahan baku industri petrokimia selama enam bulan ke depan. Airlangga menambahkan, berbagai program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit perumahan, juga terus berjalan dengan capaian yang dinilai positif.
Kesimpulan, Rupiah tembus Rp18.000, Airlangga pastikan fundamental ekonomi kuat [titlebase] menunjukkan bahwa pemerintah masih fokus pada pengembangan ekonomi domestik. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan fundamental ekonomi Indonesia dapat terus meningkat dan menjadi lebih kuat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
