Sorot Indonesia – Jakarta – Tekanan biaya hidup yang terus meningkat menjadi tantangan utama masyarakat Indonesia sepanjang 2026. Survei Sun Life 2026 menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh warga Indonesia merasakan dampak langsung dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang semakin membebani kondisi keuangan rumah tangga. Hasil survei ini membuktikan bahwa mayoritas masyarakat masih menghadapi ketidakpastian ekonomi di tengah kenaikan harga barang dan jasa yang terus berlangsung.
Survei juga menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup juga memengaruhi pola pengelolaan keuangan masyarakat. Sebanyak 48 persen responden mengaku belum memiliki perencanaan keuangan jangka panjang atau hanya merencanakan kebutuhan finansial dalam waktu kurang dari satu tahun. Akibatnya, fokus utama sebagian besar masyarakat saat ini adalah memenuhi kebutuhan harian dibandingkan mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang.
Menariknya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi sumber informasi finansial baru bagi masyarakat. Sebanyak 68 persen responden mengaku menggunakan teknologi generative AI untuk mencari panduan mengenai investasi, pengelolaan uang, hingga perencanaan keuangan. Bahkan 67 persen responden memperkirakan penggunaan AI untuk kebutuhan keuangan akan terus meningkat dalam satu tahun ke depan. Namun demikian, penggunaan AI dinilai belum bisa sepenuhnya menggantikan peran penasihat keuangan profesional.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa di tengah meningkatnya biaya hidup, masyarakat perlu memperkuat dana darurat, meningkatkan literasi keuangan, serta menyusun strategi investasi dan perlindungan keuangan yang tepat agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang mungkin muncul di masa depan.
