Sorot Indonesia – Jordan Pickford, kiper utama Timnas Inggris, menjadi sorotan setelah penampilannya yang tidak meyakinkan dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Kroasia. Meskipun Inggris berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-2, kritik tajam datang dari berbagai kalangan, termasuk mantan striker Premier League, Troy Deeney.
Deeney secara terbuka menyatakan bahwa Inggris tidak akan bisa meraih kesuksesan di Piala Dunia dengan Pickford sebagai kiper utama. Menurutnya, Pickford tidak memberikan rasa percaya diri kepada rekan-rekannya di lini belakang. “Kami tidak bisa memenangkan Piala Dunia dengan dia di bawah mistar. Setiap kali dia melakukan kesalahan, dia tampak tidak siap untuk mengambil tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Inggris sempat unggul berkat gol penalti dari Harry Kane. Namun, dua gol dari Kroasia di babak pertama membuat Inggris harus berjuang keras untuk meraih kemenangan. Jude Bellingham tampil gemilang dengan mencetak gol penyeimbang sebelum Marcus Rashford menambah dua gol untuk memastikan kemenangan.
Namun, di balik hasil positif tersebut, momen tegang antara Pickford dan pelatih Thomas Tuchel menjadi perhatian. Pada satu titik, Tuchel terlihat marah kepada Pickford karena keputusan yang diambilnya saat mendistribusikan bola. “Kamu tahu apa yang seharusnya kamu lakukan, lakukan seperti yang kukatakan!” teriak Tuchel, yang menunjukkan betapa pentingnya disiplin taktik dalam permainan.
Situasi ini mengindikasikan bahwa posisi Pickford di tim tidak sepenuhnya aman. Meskipun sudah menjadi pilihan utama selama hampir satu dekade, performa inkonsisten dan keputusan buruknya di lapangan membuat Tuchel dan stafnya mempertimbangkan opsi lain. “Kita perlu melakukan hal-hal dengan lebih baik. Kami tidak bisa bermain terlalu berhati-hati,” ungkap Tuchel pasca pertandingan.
Statistik menunjukkan bahwa Pickford telah bermain lebih dari 350 pertandingan untuk Everton, namun tanpa meraih gelar bergengsi. Bahkan, timnya tidak mampu menembus kompetisi Eropa selama lebih dari satu dekade. Hal ini menambah pertanyaan mengenai kemampuannya untuk tampil di level tertinggi saat dibutuhkan.
Di sisi lain, Bellingham, yang tampil menjanjikan, menunjukkan bahwa ada harapan bagi Inggris untuk bersaing di Piala Dunia meskipun ada ketidakpastian di posisi kiper. Tentu saja, performa Pickford di laga-laga mendatang akan sangat menentukan apakah dia dapat mempertahankan posisinya.
Menjelang pertandingan berikutnya melawan Ghana, semua mata akan tertuju pada Jordan Pickford. Apakah dia akan mampu mengatasi kritik dan memberikan penampilan yang solid, ataukah tekanan akan terus meningkat? Waktu akan menjawabnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
