Sorot Indonesia – Kasus tragis pembunuhan Bilqis Rajiansyah (11) di Sragen semakin memanas menyusul hilangnya ayah sambung korban, yang dilaporkan menghilang bersamaan dengan ditemukannya pakaian pelaku di Sungai Bengawan Solo. Kejadian ini menambah kompleksitas dalam penyidikan yang sedang berlangsung.

Ayah sambung Bilqis, yang diketahui bernama Sukardi, menghilang pada Kamis (11/6/2026) subuh saat sedang dirawat di RSU Mardi Lestari. Sebelumnya, ia sempat mengeluh sesak napas dan dirawat inap di rumah sakit tersebut. Menurut keterangan Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, Sukardi menghilang dari tempat tidur pasien tanpa jejak. Keluarga dan pihak kepolisian hingga saat ini belum menemukan keberadaannya.

Baca juga:

Hilangnya ayah sambung Bilqis korban perampokan di Sragen menghilang, bersamaan pakaian pelaku ditemukan [titlebase] telah menambah teka-teki dalam kasus ini. Pada hari yang sama, polisi menemukan pakaian pelaku berinisial S, atau Suparman alias Blendus (53), yang dibuang di Sungai Bengawan Solo saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jasad Bilqis.

Suparman ditangkap oleh polisi pada Selasa malam (9/6/2026) setelah serangkaian penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan kematian korban. Motif utama pelaku, menurut penyidikan, adalah untuk menguasai sepeda motor dan telepon genggam milik Bilqis yang ada di dalam jok motornya. Pelaku diketahui merupakan teman lama ayah korban dan memiliki catatan kriminal yang serius.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkapkan bahwa Suparman telah merencanakan tindakannya setelah mendengar cerita Sukardi tentang sepeda motor yang baru saja dibelikan untuk Bilqis. Keinginan tersebut kemudian mendorongnya untuk melakukan aksi keji tersebut. Blendus bahkan melakukan survei ke rumah korban sebulan sebelum eksekusi, berpura-pura berkunjung ke rumah Bilqis.

Baca juga:

Tragedi ini terjadi pada Jumat (5/6/2026), ketika Bilqis baru pulang dari sekolah dan berada di rumah seorang diri. Pelaku masuk ke rumah dengan alasan meminjam sabit, tetapi malah menyerang Bilqis secara brutal. Hasil otopsi menunjukkan bahwa korban mengalami 14 sabetan senjata tajam, yang sebagian besar mengenai wajahnya.

Proses hukum kini sedang berjalan, dan pihak kepolisian juga mengembangkan penyidikan terhadap dugaan penadahan barang curian terkait kasus ini. Suparman saat ini ditahan dan terancam hukuman mati atas perbuatannya.

Dengan hilangnya ayah sambung Bilqis korban perampokan di Sragen menghilang, bersamaan pakaian pelaku ditemukan [titlebase], harapan untuk mengungkap kasus ini menjadi semakin rumit. Keluarga berharap agar pihak kepolisian dapat segera menemukan Sukardi dan membawa keadilan bagi Bilqis.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.