Sorot Indonesia – Laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (19/9/2026) malam berakhir penuh drama. Tahan Persebaya 1-1 di GBT, pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic: Kami layak mendapatkan poin. Hasil imbang itu membuat tim tamu membawa pulang satu angka dari markas salah satu tim besar, dan bagi Joksic, hasil tersebut adalah buah dari keberanian serta kerja keras anak asuhnya sepanjang pertandingan.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Persebaya Surabaya yang tampil sebagai tuan rumah berusaha menekan sejak kick-off, sementara Garudayaksa FC memilih bermain disiplin dengan formasi 4-3-3 yang diinstruksikan sang pelatih. Milos Joksic mengambil langkah berani dengan langsung memainkan Christian Frydek, pemain berpaspor Republik Ceko yang baru bergabung, sebagai penyerang sayap yang kerap masuk ke tengah menjadi gelandang serang sekaligus gelandang bertahan.

Baca juga:

Kepercayaan itu berbuah manis. Kehadiran Frydek di sektor gedor membuat gempuran Garudayaksa FC kian merepotkan barisan pertahanan Persebaya. Meski belum lama bergabung, ia tampil ciamik dan menjadi motor serangan Spirit of Garuda sepanjang laga. Strategi tersebut membuat pertahanan tuan rumah tidak bisa leluasa membangun serangan dari belakang.

Drama Lima Menit Terakhir

Kebuntuan baru terpecahkan ketika pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal. Persebaya Surabaya membuka keunggulan melalui Alex Martins pada menit ke-84 atau ke-85, sebuah gol yang sempat membuat Stadion GBT bergemuruh. Gol tersebut merupakan gol kedua Alex Martins secara beruntun untuk Green Force, sekaligus membawa tuan rumah berada di ambang kemenangan.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya berselang empat menit, tepatnya pada menit ke-89, Al Hamra Hehanussa mencetak gol penyama kedudukan. Bek Garudayaksa FC itu memanfaatkan bola yang mengarah ke tiang jauh sebelum melepaskan tendangan yang mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut sontak mengubah suasana GBT; selebrasi pendukung tuan rumah yang sebelumnya bergemuruh harus terhenti setelah bola bersarang di gawang Persebaya.

Usai pertandingan, Hamra mengaku sangat senang bisa membantu timnya membawa pulang satu poin dari markas Persebaya. Ia menceritakan bahwa dirinya awalnya hanya berusaha bergerak menuju tiang kedua untuk mencari peluang, dan insting tersebut berbuah gol penyelamat. “Untuk perasaannya sangat senang, karena ini pertandingan yang berat buat kita. Ya, akhirnya dikasih 1-1. Cukup senang untuk membantu teman-teman,” ujar Hamra.

Persebaya Catat Sejumlah Fakta Menarik

Di kubu tuan rumah, laga ini menyimpan sejumlah catatan penting. Toni Firmansyah dipercaya mengenakan ban kapten saat Persebaya Surabaya ditahan Garudayaksa FC. Selain itu, laga tersebut mencatat debut kompetitif kiper Reza Arya Pratama, yang tampil sejak menit awal setelah Ernando Ari Sutaryadi mengalami cedera. Kiper berusia 26 tahun itu menjalani pengalaman penting sebagai pertandingan resmi pertamanya bersama Persebaya.

Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan awal Super League 2026/2027. Green Force sebelumnya meraih kemenangan atas PSIM Yogyakarta serta bermain imbang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Sementara itu, bagi Garudayaksa FC, satu poin di GBT menjadi modal berharga menjelang laga tandang berikutnya ke kandang Persita.

Klaim Joksic dan Rekap Jalannya Laga

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Milos Joksic menegaskan bahwa hasil imbang ini adalah bukti kualitas timnya. Tahan Persebaya 1-1 di GBT, pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic: Kami layak mendapatkan poin. Ia menilai anak asuhnya mampu tampil sejajar dengan tuan rumah, bahkan berani mengambil inisiatif menyerang meski bermain di hadapan puluhan ribu pendukung lawan.

Berikut rekap singkat jalannya pertandingan:

Waktu Peristiwa Pemain
Menit 84/85 Gol Persebaya Surabaya Alex Martins
Menit 89 Gol penyama kedudukan Al Hamra Hehanussa
Skor akhir Persebaya 1-1 Garudayaksa FC –

Sejumlah poin kunci juga menjadi sorotan dalam laga ini:

  • Christian Frydek langsung menjadi andalan dan mengubah dinamika serangan Garudayaksa FC.
  • Al Hamra Hehanussa menjadi pahlawan lewat gol penyelamat pada menit ke-89.
  • Toni Firmansyah mengenakan ban kapten Persebaya Surabaya.
  • Reza Arya Pratama menjalani debut kompetitif bersama Persebaya Surabaya.
  • Alex Martins mencetak gol kedua secara beruntun untuk Green Force.

Dengan hasil ini, Garudayaksa FC membuktikan bahwa mereka bukan tim yang mudah ditaklukkan di kandang lawan. Tahan Persebaya 1-1 di GBT, pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic: Kami layak mendapatkan poin. Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan sang pelatih bahwa kerja keras, disiplin taktik, dan keberanian mengambil risiko menjadi kunci keberhasilan timnya mencuri satu angka di GBT.

Bagi Persebaya Surabaya, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting. Kehilangan keunggulan di menit-menit akhir menunjukkan perlunya konsentrasi penuh hingga peluit panjang dibunyikan. Sementara itu, Garudayaksa FC akan membawa momentum positif ini untuk menghadapi laga-laga berikutnya, dengan harapan Christian Frydek semakin padu bersama rekan-rekannya dan mampu menjadi pembeda di sisa musim.

Pada akhirnya, duel di GBT menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan belum benar-benar usai sampai wasit meniup peluit akhir. Semangat tidak menyerah yang ditunjukkan Garudayaksa FC, ditambah gol dramatis Al Hamra Hehanussa, membuat satu poin yang mereka bawa pulang terasa istimewa. Kini, baik Persebaya Surabaya maupun Garudayaksa FC akan melanjutkan perjalanan mereka di BRI Super League 2026/2027 dengan pelajaran berharga dari laga penuh drama ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.