Sorot Indonesia – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Bismo Raya Oktora, sukses memastikan diri melaju ke babak final Surabaya International Challenge 2026 Bismo Kerja Keras Kunci Tiket Final setelah melalui pertarungan sengit melawan Dendi Triansyah. Dalam laga semifinal yang digelar di GOR Sudirman, Surabaya, Bismo harus melewati drama rubber game dengan skor 21-15, 16-21, dan 21-15. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bismo untuk menghadapi partai puncak yang akan digelar pada esok hari.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Bismo tampil agresif dan berhasil merebut game pertama dengan skor 21-15. Namun, pada game kedua, ia sempat kehilangan fokus dan kepercayaan diri, sehingga Dendi mampu membalikkan keadaan dengan kemenangan 21-15. Meski demikian, Bismo menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit di game penentuan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-15.

Baca juga:

Sempat Kehilangan Kepercayaan Diri

Usai pertandingan, Bismo mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraihnya. Ia juga menyampaikan bahwa sempat ada kendala pada bagian kaki, namun tidak sampai mengganggu penampilannya secara signifikan. “Pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa syukur, Alhamdulillah. Hari ini saya bisa bermain dengan sangat baik. Walaupun tadi sempat ada sedikit kendala di kaki, tapi Alhamdulillah tidak ada cedera sama sekali,” ujar Bismo.

Lebih lanjut, Bismo mengakui bahwa pada game kedua ia kehilangan kepercayaan diri hingga poin ke-11. “Pertandingannya cukup ketat, cukup bagus, dan seru. Tadi saya mencoba bermain lebih sabar dan percaya diri, karena di set kedua saya sempat kehilangan kepercayaan diri sampai sekitar poin 11,” jelasnya. Berkat kesabaran dan kontrol diri yang lebih baik, ia mampu mengembalikan momentum dan memastikan tiket final.

Tak Ingin Terbebani Ekspektasi di Final

Di partai final Surabaya International Challenge 2026 Bismo Kerja Keras Kunci Tiket Final, Bismo akan berhadapan dengan Chico Aura Dwi Wardoyo. Menghadapi laga penentuan, Bismo memilih untuk tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi. Ia menyadari bahwa Chico adalah pemain berkualitas, namun ia juga percaya diri dengan kemampuannya untuk memberikan perlawanan sengit.

“Untuk pertandingan besok, saya ingin menunjukkan permainan yang maksimal dan tidak mau ekspektasi terlalu tinggi. Kak Ciko juga pemain yang cukup bagus, tapi saya juga merasa punya kemampuan untuk mengimbangi. Jadi saya ingin fokus memberikan yang terbaik di lapangan,” papar Bismo. Baginya, final ini adalah kesempatan untuk memperbaiki hasil sebelumnya, di mana ia harus puas menjadi runner-up.

Ingin Lebih Kuat Secara Mental

Bismo mengungkapkan bahwa final di Surabaya International Challenge 2026 merupakan final kedua baginya. Pada final sebelumnya, ia gagal meraih gelar karena masalah mental, bukan teknik atau fisik. “Ini merupakan final kedua saya. Sebelumnya saya menjadi runner-up. Dari pertandingan sebelumnya sebenarnya tidak ada masalah dari sisi teknik maupun fisik, yang menjadi masalah justru pikiran saya. Jadi sekarang saya ingin lebih menjaga pikiran, mental, dan fokus supaya bisa bermain maksimal,” bebernya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga. Kini, Bismo bertekad untuk lebih menjaga konsentrasi dan mengendalikan pikirannya agar tidak terulang kesalahan yang sama. Ia ingin tampil lepas dan memberikan yang terbaik di partai puncak.

Atmosfer GOR Sudirman Jadi Motivasi

Bermain di Surabaya tahun ini memberikan pengalaman berbeda bagi Bismo. Ia merasakan atmosfer penonton yang jauh lebih ramai dibandingkan ketika tampil di ajang Sirnas. Antusiasme masyarakat Surabaya terhadap turnamen level International Challenge disebutnya memberikan energi tambahan.

“Bertanding di Surabaya tahun ini juga terasa sangat berbeda. Auranya sangat ramai dibandingkan saat Sirnas. Mungkin karena ini turnamen International Challenge, jadi masyarakat Surabaya sangat antusias. Atmosfernya luar biasa dan tentunya menjadi motivasi juga bagi saya,” kata Bismo. Ia juga memiliki kenangan positif karena pernah menjadi juara di kota tersebut, namun ia tidak ingin terlalu jauh memikirkan target sebelum pertandingan final.

“Saya sudah pernah juara di sini, jadi untuk besok, amin, Bismillah, satu per satu dulu. Saya akan fokus pada pertandingan dan memberikan yang maksimal,” pungkasnya.

Kesimpulan

Perjalanan Bismo Raya Oktora menuju final Surabaya International Challenge 2026 Bismo Kerja Keras Kunci Tiket Final menunjukkan kerja keras dan mentalitas pantang menyerah. Meski sempat kehilangan kepercayaan diri di game kedua, ia mampu bangkit dan mengunci kemenangan. Kini, ia bersiap menghadapi Chico Aura Dwi Wardoyo dengan fokus pada pengendalian mental dan pikiran. Dukungan penonton di GOR Sudirman diharapkan menjadi tambahan semangat bagi Bismo untuk meraih gelar juara dan memperbaiki pencapaian sebelumnya. Partai final akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan mental Bismo di level International Challenge.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.