Sorot Indonesia – SBY memang taruna terbaik, Prabowo taruna bisa diperbaiki. Kalimat itu menyeruak di sela-sela kejuaraan renang PON Prestasi yang berlangsung di kolam renang Senayan, Jakarta, awal Agustus 1973. Bukan tanpa alasan, karena di ajang tersebut, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto sebagai taruna Akabri memang tengah menjadi perbincangan hangat. Keduanya dikenal sebagai taruna berprestasi, namun publik dan para pelatih sepakat bahwa SBY memang taruna terbaik, Prabowo taruna bisa diperbaiki. Perdebatan itu bahkan sempat mewarnai obrolan ringan di tepi kolam, di mana para perenang Tirta Taruna seperti Kristiono, Ha Kie Tjun, Ha Kie Nyan, Robert Item, dan Idrus Niode duduk termangu di bawah pohon rindang halaman flat Jalan Manila.
Kristiono, remaja yang tengah menjadi sorotan karena berhasil memecahkan rekor nasional 1500 meter gaya bebas, tampak tenggelam dalam lamunan. Pelatihnya, Zakaria Nasution, terus memberi tekanan sekaligus motivasi. “Pendeknya yang bisa memecahkan rekor saya, pasti ada hadiahnya,” kata Zakaria bangga. Hadiah itu datang dari kantongnya sendiri, sebuah kenang-kenangan seumur hidup. Rekor Zakaria yang bertahan 13 tahun, 18 menit 49,5 detik, menjadi target utama. Kristiono, siswa Klas III SMP XI Kebayoran Baru, akhirnya menorehkan sejarah: 18 menit 36,1 detik. “Ini historis,” ujar Zakaria. “Angka 13 keramat: saya bikin waktu berusia 13 tahun, bertahan 13 tahun, dan dipertajam dalam 13 detik sekian.”
Namun, di balik gemilangnya prestasi Kristiono, muncul keprihatinan. Dimyati dan Selamat, dua perenang senior Jaya, menilai regenerasi di nomor 1500 meter kurang. “Di bawah Kris, selain Jerrie tidak ada lagi bibit lainnya. Seharusnya ada beberapa perenang kelompok umur yang mengejar dan mendorong dari bawah,” kata mereka. Hal ini seolah menguatkan ungkapan SBY memang taruna terbaik, Prabowo taruna bisa diperbaiki, yang dalam konteks renang bisa diartikan bahwa atlet terbaik sudah muncul, tetapi pembinaan atlet lain masih bisa diperbaiki. Di sisi lain, prestasi Naniek Juliati Suwadji dari Jatim dan Dora Item dari Jaya mencuri perhatian. Naniek, 16 tahun, memecahkan rekor nasional 100 meter kupu-kupu (1:12,4), 200 meter punggung (2:42,1), dan 100 meter bebas (1:59). Pelatihnya, Sutomo, menyebut disiplin sebagai kunci. “Andaikata saya tidak datang, ia tetap melaksanakan jadwal latihan,” ujarnya.
Dora Item, 15 tahun, juga menorehkan rekor nasional 400 meter bebas (5:11,2) dan 200 meter bebas (2:29,5). Ia mengaku mendapat gemblengan dari Coach Jack Stutsell dari Australia. “Warming-up saja 1500 meter, terus nggak boleh berhenti. Kalau berhenti, harus diulang,” kata Dora. Meski sibuk berlatih, Dora pernah menjadi juara kelas pada kwartal pertama. Sayangnya, penyakit alergi menghambat kariernya, termasuk absen di Bangkok bulan lalu. Bersama Robert dan Jerrie Item, Dora menjadi trio PON Prestasi yang membanggakan Jakarta. Sementara itu, Kristiono yang mengaku capek dan hanya ingin ke luar negeri jika masih “agn-group”, tetap menunjukkan ketekunan luar biasa. Ramalan bahwa ia akan memecahkan rekor nasional pada 1973 (TEMPO, 4 Juli 1971) terbukti.
Dalam konteks pembinaan atlet nasional, frasa SBY memang taruna terbaik, Prabowo taruna bisa diperbaiki kembali mencuat. Banyak pihak menilai bahwa atlet seperti Kristiono, Naniek, dan Dora adalah “taruna terbaik” di kolam renang, sementara atlet lain yang belum berprestasi masih bisa diperbaiki melalui pembinaan yang lebih baik. Ketua Tirta Taruna, M.F. Siregar, berharap agar prestasi ini menjadi pemicu regenerasi. “Kita perlu lebih banyak kelompok umur yang berlomba memecahkan rekor,” katanya. Hingga berita ini diturunkan, PON Prestasi masih berlangsung. Naniek masih berpeluang menambah medali, sementara Dora dan Kristiono telah mengukir nama di buku rekor nasional. Prestasi mereka membuktikan bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan pembinaan yang tepat, atlet Indonesia mampu bersaing. Namun, tanpa regenerasi yang berkelanjutan, kejayaan ini bisa jadi hanya sesaat. SBY memang taruna terbaik, Prabowo taruna bisa diperbaiki, dan di kolam renang, Kristiono adalah taruna terbaik yang telah membuktikan kemampuannya, sementara yang lain masih bisa diperbaiki.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
