Sorot Indonesia – Dalam laga pembuka Piala AFF 2026, nasib apes kiper Timor Leste, Dylan Niski, menjadi sorotan setelah timnya dibantai oleh Vietnam dengan skor mencolok 7-0. Pertandingan yang berlangsung di Chonburi, Thailand, pada 24 Juli 2026 itu menunjukkan dominasi luar biasa dari tim asuhan Kim Sang-sik.

Vietnam memulai pertandingan dengan agresif, mencetak gol pertama hanya dalam waktu tujuh menit melalui Do Hoang Hen, seorang pemain naturalisasi. Gol tersebut diikuti oleh Nguyen Dinh Bac yang mencetak dua gol pada menit ke-31 dan 42. Babak pertama ditutup dengan skor 5-0 setelah Nguyen Xuan Son menambah daftar gol Vietnam.

Baca juga:

Setelah jeda, meskipun Timor Leste berusaha memberikan perlawanan, Vietnam kembali menunjukkan kekuatannya dengan menambah dua gol lagi melalui hattrick Dinh Bac dan gol dari kapten Nguyen Quang Hai. Hal ini semakin menegaskan posisi Vietnam sebagai salah satu favorit di turnamen ini.

Pelatih Timor Leste, Jose Pedro, tidak merasa menyesal atas kekalahan tersebut. Ia mengungkapkan terima kasih kepada Vietnam karena menurunkan skuad utamanya, dan mengakui kualitas lawan yang jauh lebih baik. Menurutnya, kesalahan timnya banyak dipengaruhi oleh kemampuan Vietnam yang mendominasi permainan.

Media Vietnam juga memberikan pandangan menarik mengenai hasil pertandingan ini. Mereka menilai bahwa meskipun kemenangan 7-0 sangat mengesankan, itu tidak cukup untuk mengukur sejauh mana kekuatan tim mereka. Vietnam masih harus menghadapi tantangan yang lebih berat, termasuk laga melawan Timnas Indonesia pada 3 Agustus 2026.

Reaksi warga Vietnam pun menunjukkan kebanggaan atas kemenangan besar ini. Namun, ada sedikit kekecewaan karena meskipun mencetak banyak gol, mereka tetap terhalang oleh aturan FIFA yang membatasi jumlah gol yang dapat dihitung dalam perhitungan statistik resmi.

Dengan hasil ini, Vietnam kini memimpin klasemen Grup A dan diprediksi akan melaju jauh dalam turnamen. Sementara itu, Timor Leste perlu banyak berbenah untuk menghadapi pertandingan selanjutnya dan meningkatkan performa mereka.

Nasib apes kiper Timor Leste, dibantai Vietnam bersama dua negara berbeda ini menjadi pelajaran berharga bagi tim yang sedang berjuang di panggung sepak bola Asia Tenggara. Dengan kualitas permainan yang semakin meningkat, Timor Leste diharapkan dapat bangkit dan menunjukkan kemajuan di pertandingan mendatang.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.