Sorot Indonesia – Piala Dunia FIFA 2026 dimulai dengan serangkaian kejutan, salah satunya adalah keputusan pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, untuk menempatkan Matheus Cunha di bangku cadangan saat melawan Maroko di pertandingan pembuka grup C. Meskipun Cunha telah menunjukkan performa yang impresif bersama Manchester United di musim 2025/26 dan bahkan mendapatkan nomor punggung 9 untuk tim nasional, Ancelotti memilih Igor Thiago sebagai penyerang utama.

Dalam pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Brasil dan Maroko bermain imbang 1-1. Maroko terlebih dahulu memimpin lewat gol Ismael Saibari di menit ke-21, yang mengecoh kiper Alisson Becker. Namun, Brasil tidak membiarkan diri mereka terpuruk dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Vinicius Junior pada menit ke-32, setelah melakukan kombinasi apik dengan Raphinha.

Baca juga:

Matheus Cunha, yang diharapkan bisa menjadi kunci bagi Brasil, hanya diturunkan sebagai pemain pengganti selama 30 menit. Ancelotti menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menurunkan Cunha sejak awal disebabkan oleh kurangnya ancaman udara yang dimiliki pemain tersebut, yang sangat dipertimbangkan dalam penilaian pelatih. Keputusan ini menimbulkan perdebatan, terutama di kalangan penggemar Manchester United yang merasa Cunha layak mendapat kesempatan lebih.

Selama pertandingan, Brasil terlihat kesulitan menemukan ritme permainannya, terutama di babak pertama. Meskipun memiliki beberapa pemain bintang, mereka tidak dapat mengatasi tekanan yang diberikan oleh tim Maroko yang sangat terorganisir. Brasil tampak kurang klinis dalam penyelesaian akhir, yang menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini.

Baca juga:

Setelah babak pertama yang penuh gejolak, Brasil berusaha meningkatkan permainan mereka di babak kedua. Ancelotti melakukan beberapa perubahan strategis, termasuk memasukkan Cunha untuk memberikan dorongan baru. Namun, meskipun ada beberapa peluang untuk membalikkan keadaan, Brasil tidak dapat menemukan gol kemenangan.

Hasil imbang ini membuat kedua tim hanya meraih satu poin dari pertandingan pembuka mereka. Brasil, meskipun menunjukkan karakter dengan bangkit dari ketertinggalan, diharapkan dapat lebih tajam dalam pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Maroko menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi tim yang kuat, dan hasil ini menjadi bukti bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.

Baca juga:

Dengan penampilan Matheus Cunha yang masih di bangku cadangan, banyak yang berharap ia akan mendapatkan kesempatan lebih di pertandingan selanjutnya untuk membuktikan kemampuannya dan membantu Brasil meraih kesuksesan di turnamen ini. Brasil harus segera menemukan ritme dan strategi yang tepat agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di pertandingan mendatang.