Sorot Indonesia – FIFA mengumumkan keputusan penting untuk menghentikan proses pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) sebagai upaya untuk jaga soliditas anggota, Infantino hentikan proses FIFA Forward Enterprise. Keputusan ini diambil di tengah gelombang kritik dan penolakan yang terus meningkat terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Pernyataan tersebut disampaikan FIFA pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di mana mereka menuding adanya upaya yang “terkoordinasi dan terus berlangsung” untuk menggoyahkan kepemimpinan Infantino. FIFA menekankan bahwa setiap tantangan terhadap kepemimpinan harus dilakukan sesuai dengan statuta dan prosedur organisasi yang berlaku.
Krisis kepemimpinan ini semakin memanas setelah Infantino gagal merealisasikan rencana untuk menjual 20 persen saham FIFA kepada investor swasta melalui FFE, yang diproyeksikan dapat menghimpun sekitar 4,2 miliar dolar AS untuk pengelolaan hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya. Rencana tersebut mendapat penolakan keras dari UEFA dan beberapa asosiasi anggota FIFA lainnya.
UEFA, yang merupakan salah satu suara penentang terkuat, bahkan mengancam akan memboikot Piala Dunia jika rencana tersebut tetap dilanjutkan. Penolakan tersebut membuat Infantino akhirnya memilih untuk membatalkan proposalnya. FIFA dalam pernyataannya juga mengakui adanya kesalahan dalam proses pengambilan keputusan terkait FFE.
Dalam suasana penuh ketegangan ini, dukungan dan penolakan terhadap Infantino semakin terlihat. Beberapa asosiasi, seperti Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), menyatakan dukungan penuh kepada Infantino, menegaskan bahwa kepemimpinannya harus dihormati. Sementara itu, banyak pihak, terutama dari Eropa, tetap mendesak agar Infantino mundur, menunjukkan adanya ketidakpuasan yang mendalam terhadap tata kelola FIFA saat ini.
FIFPro, federasi perwakilan pemain sepak bola dunia, juga melayangkan kritik tajam terhadap FIFA, menilai bahwa rencana FFE menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan oleh Infantino. Mereka berpendapat bahwa kepercayaan pemain terhadap FIFA telah rusak akibat proses yang tidak transparan ini.
Menanggapi situasi ini, FIFA menyatakan akan melakukan perbaikan untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan. FIFA juga menekankan bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan terhadap integritas dan tata kelola organisasi.
Di tengah desakan untuk memperbaiki tata kelola, Infantino tetap berencana untuk maju dalam pemilihan presiden FIFA yang akan datang pada Maret 2027. Untuk mempertahankan posisinya, ia membutuhkan dukungan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA.
Dengan situasi yang semakin memanas, penting bagi FIFA untuk menjaga soliditas anggota dan memperbaiki hubungan dengan para pemangku kepentingan. Keputusan untuk jaga soliditas anggota, Infantino hentikan proses FIFA Forward Enterprise menunjukkan bahwa meskipun dalam krisis, pembenahan harus dilakukan untuk menjaga kepentingan bersama dalam dunia sepak bola.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
